HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

"Dapur Dipantau, Rumah Terbengkalai: Jeritan Warga Aceh Tamiang di Tengah Lonjakan Harga Material"

Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Labgkah Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memantau langsung stabilitas harga bah...


Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Labgkah Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, memantau langsung stabilitas harga bahan pokok di Pasar Kualasimpang pada Jumat (14/8/2026) patut diacungi jempol. Kehadiran orag nomor satu di Aceh Tamiang ini membawa angin segar bagi warga di tengah dinamika harga pangan. Namun, di balik respon positif tersebut, menyelinap jeritan warga terkait persoalan lain yang tak kalah mendesak: melambungnya harga bahan bangunan.


Pantauan Sembako: Pasokan Aman, Harga Terkendali

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Bupati Armia menyusuri lapak-lapak pedagang—mulai dari sembako, daging, hingga sayur-mayur. Berdialog langsung dengan para pedagang, ia memastikan pasokan komoditas vital seperti beras, minyak goreng, telur, hingga cabai tetap terjaga.


“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan stok bahan pangan masyarakat cukup dan harganya tetap stabil. Dari hasil dialog, secara umum pasokan aman dan pergerakan harga relatif terkendali,” ujar Armia di sela-sela peninjauan.


Data di lapangan menunjukkan tren positif pada komoditas cabai merah yang turun ke angka Rp25.000 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000. Kendati demikian, cabai hijau (Rp30.000/kg) dan cabai rawit (Rp60.000/kg) masih bertahan di harga yang cukup tinggi.


Selain memastikan pasokan lancar, Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Perdagangan juga menyiapkan langkah evaluasi untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga di tingkat eceran.


Sisi Lain Realita: Jeritan Material Bangunan Pasca-Bencana

Di tengah apresiasi terhadap sidak sembako tersebut, nada kritis bertiup dari masyarakat. Fendi—warga Karang Baru yang akrab disapa Fencin—menilai respon pemerintah dalam memantau dapur warga sudah tepat, namun ada sektor vital lain yang luput dari pengawasan, yakni pasar bahan bangunan.


Fencin menyoroti lonjakan harga material seperti semen, besi, seng, triplek, keramik, hingga cat yang dinilainya sudah "di luar nalar", terlebih bagi wilayah yang baru saja bangkit dari dampak banjir.


Ketimpangan Harga Antarwilayah:

Menurut warga, terdapat perbedaan harga yang amat mencolok jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Medan, Sumatera Utara, di mana harga material masih relatif stabil dan normal.


Beban Warga Terdampak Banjir:

Di saat masyarakat berjuang membenahi rumah yang rusak diterjang banjir, lonjakan harga material justru menjadi pukulan kedua yang sangat memberatkan perekonomian mereka.


"Pasar dan masyarakat jadi bingung. Mau memperbaiki rumah tapi harga semen membumbung tinggi, begitu juga triplek, besi, dan cat. Anehnya, kita yang daerah terdampak banjir malah kena harga selangit," cetus Fencin.


Harapan Besar pada Kepemimpinan Daerah

Sikap kritis warga ini bukanlah bentuk penolakan, melainkan tumpuan harapan. Masyarakat berharap kepekaan Pemkab Aceh Tamiang yang ditunjukkan di Pasar Kualasimpang juga diterapkan ke toko-toko material dan distributor bahan bangunan.


Sidak ke panglong kayu dan toko bangunan diharapkan bisa membongkar dugaan permainan harga atau hambatan distribusi yang mencekik warga. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah: akankah pengawasan juga menyentuh sektor material demi pemulihan hunian masyarakat secara menyeluruh?[]L24.Sai