Lentera24.com |ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, mengambil langkah taktis dalam mendongkrak kualitas...
Lentera24.com |ACEH TAMIANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, mengambil langkah taktis dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Secara resmi, ia membuka Pelatihan Kompetensi berbasis Skills Development Center (SDC) di Aula Setdakab, Jumat (22/5/2026).
Program konkret hasil sinergi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Tamiang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan ini, memplot 64 pemuda bumi Muda Sedia untuk digembleng secara spartan di Sumatera Utara.
Bukan sekadar seremonial, Bupati Armia Pahmi menegaskan bahwa pelatihan ini adalah instrumen negara untuk mengintervensi angka pengangguran terbuka serta mengubah radikal pola pikir (mindset) generasi muda dari "pencari kerja" menjadi "pencipta kerja".
“Dunia sudah berubah, kehidupan ke depan semakin menantang dan kompetitif. Gali potensi diri dan harus ada kemampuan sendiri, jangan hanya berharap kepada orang lain. Manfaatkan teknologi yang ada saat ini,” tegas Armia di hadapan para peserta.
Mantan Jenderal Bintang Dua Polri ini juga menyuntikkan motivasi humanis yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa kompetensi teknis (hard skill) harus dibarengi dengan kebijaksanaan dalam bersikap (soft skill).
“Ingat, hidup itu pilihan. Tujuan hidup kita mencari kebahagiaan, kesuksesan lahir dan batin. Namun setiap langkah yang diambil harus dipikirkan matang-matang baik dan buruknya,” pesan Bupati penuh kebapakan.
Detail Spesifik: Operator Drone hingga Ahli Bakery
Dalam laporan teknis yang disampaikan Kepala Disnakertrans Aceh Tamiang, Rafe’i, program SDC edisi ini menyasar tiga klaster keahlian yang sangat spesifik dan memiliki serapan pasar tinggi. Sebanyak 64 peserta dibagi ke dalam tiga kelas keahlian:
Para peserta dijadwalkan bertolak ke Kota Medan pada awal Juni 2026 untuk mengikuti karantina pelatihan intensif selama 26 hari. Seluruh pembiayaan dan fasilitas peserta ditanggung penuh oleh negara.
- 32 Peserta pada kelas Pelatihan Bakery (Kuliner/Pembuatan Kue).
- 16 Peserta pada kelas Pelatihan Menjahit (Garment Apparels).
- 16 Peserta pada kelas khusus Operator Drone (Teknologi Penerbangan Pesawat Tanpa Awak).
Para peserta dijadwalkan bertolak ke Kota Medan pada awal Juni 2026 untuk mengikuti karantina pelatihan intensif selama 26 hari. Seluruh pembiayaan dan fasilitas peserta ditanggung penuh oleh negara.
“Selama di BBPVP Medan, peserta akan tinggal di asrama Balai Pelatihan. Mereka mendapatkan konsumsi, uang saku, pakaian praktik, jaminan biaya laundry, hingga ujian sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” urai Rafe’i.
Inklusif dan Pengawalan Pasca-Pelatihan (Hulu ke Hilir)
Di bawah komando Armia Pahmi, Pemkab Aceh Tamiang memastikan program ini berjalan inklusif dengan membuka kuota bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Tujuannya jelas: memberikan hak dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga untuk memperbaiki taraf hidup.
Lebih dari itu, skema SDC ini dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Di bawah komando Armia Pahmi, Pemkab Aceh Tamiang memastikan program ini berjalan inklusif dengan membuka kuota bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Tujuannya jelas: memberikan hak dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga untuk memperbaiki taraf hidup.
Lebih dari itu, skema SDC ini dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Pemerintah Daerah tidak akan melepas para alumni pelatihan begitu saja setelah mengantongi sertifikat BNSP.
Pemkab Aceh Tamiang dipastikan bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan alumni dengan dunia usaha/industri untuk penempatan kerja, serta menyiapkan skema pemberian bantuan modal usaha bagi mereka yang memilih jalur wirausaha mandiri di kampung halaman. []L24.Sar
Pemkab Aceh Tamiang dipastikan bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan alumni dengan dunia usaha/industri untuk penempatan kerja, serta menyiapkan skema pemberian bantuan modal usaha bagi mereka yang memilih jalur wirausaha mandiri di kampung halaman. []L24.Sar

