Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di tengah sisa duka pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh ...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Di tengah sisa duka pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati hadir membawa secercah cahaya. Minamas Plantation, melalui anak usahanya PT Padang Palma Permai (PT PPP), kembali membuktikan diri sebagai korporasi yang tidak hanya berorientasi pada roda bisnis, tetapi memiliki "jantung" yang berdetak murni untuk kesejahteraan masyarakat.
Perusahaan Perkebunan ini secara resmi, pada Selasa (19/5/2026 menyerahkan bantuan kemanusiaan yang luar biasa senilai Rp11,7 miliar sekaligus meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Langkah mulia ini menjadi bukti sahih betapa Minamas Plantation berkomitmen penuh merangkul dan memulihkan kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Momen peresmian huntara tersebut berlangsung penuh kehangatan. Kehadiran langsung CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar, bersama Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mencerminkan sebuah sinergi yang harmonis dan indah antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mengawal kebangkitan warga.
Minamas Plantation memahami betul bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Oleh karena itu, bantuan Rp11,7 miliar yang dikucurkan dengan penuh ketulusan ini tidak hanya diwujudkan dalam bentuk fisik bangunan, melainkan mencakup aspek yang sangat menyentuh kebutuhan dasar manusia:
Papan yang Layak: Pembangunan Huntara yang aman, nyaman, dan manusiawi untuk berteduh.
Ketahanan Keluarga: Bantuan tanggap darurat, uang tunai, hingga perlengkapan rumah tangga guna memulai hari baru.
Pemulihan Jiwa: Program trauma healing yang dengan lembut membasuh kecemasan anak-anak dan warga.
Investasi Masa Depan: Beasiswa pendidikan serta renovasi sarana-prasarana sekolah demi menjamin mimpi anak-anak terdampak tidak terputus.
Bagi warga, bangunan huntara yang berdiri tegak hari ini bukan sekadar tempat berlindung dari hujan dan panas, melainkan sebuah simbol cinta kasih dan kepedulian dari Minamas Plantation yang mengembalikan martabat dan semangat hidup mereka.
Azmi Jaafar: Kami Hadir untuk Menemani hingga Pulih Seutuhnya
Ketulusan Minamas Plantation terpancar jelas dari komitmen jangka panjang yang mereka usung. CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar, menegaskan bahwa hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar bukan sebatas hubungan kerja, melainkan sebuah ikatan keluarga yang saling menopang di masa sulit.
“Kami tidak ingin sekadar hadir saat bencana datang lalu melangkah pergi ketika air surut. Bagi kami, bantuan ini bukanlah tentang angka-angka statistik, melainkan wujud tanggung jawab moral dan ketulusan hati kami untuk menemani masyarakat Aceh Tamiang hingga mereka benar-benar pulih dan mandiri kembali,” ujar Azmi dengan penuh empati.
Ia menambahkan, program trauma healing dan dukungan pendidikan sengaja diprioritaskan agar anak-anak sebagai generasi penerus bisa kembali tertawa lepas dan menatap masa depan dengan penuh rasa percaya diri.
Langkah nyata dan komprehensif yang diinisiasi oleh Minamas Plantation ini menuai pujian tinggi dan rasa syukur mendalam dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Bupati Armia Pahmi menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya atas kepekaan sosial perusahaan yang patut menjadi teladan.
“Apa yang dilakukan Minamas Plantation hari ini adalah potret nyata dari sebuah kepedulian yang menyentuh akar rumput. Mereka hadir mengulurkan tangan secara total, mulai dari masa panik hingga pemulihan jangka panjang. Atas nama masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedermawanan dan kolaborasi luar biasa ini,” ungkap Bupati Armia Pahmi penuh rasa syukur.
Melalui program yang begitu humanis ini, Minamas Plantation tidak hanya berhasil membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga berhasil membangun kembali harapan, menghidupkan mimpi-mimpi yang sempat redup, dan menanamkan rasa optimisme di hati setiap warga Aceh Tamiang.[]L24.Sai

