Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan warga Desa Kebun Tanah Terban untuk segera memiliki Hunian Tetap (Huntap) yang layak tampaknya mas...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan warga Desa Kebun Tanah Terban untuk segera memiliki Hunian Tetap (Huntap) yang layak tampaknya masih harus beradu dengan ketidakpastian. Sejak pematangan lahan dilakukan pada akhir Desember 2025 lalu, hingga kini tidak ada kelanjutan pembangunnya dimana sejak bulan Desember 2025 baru satu Huntap yang dibangun.
Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi bagi warga terdampak ini kini justru menyisakan nestapa, baik bagi masyarakat maupun bagi pihak swasta yang arealnya dikorbankan demi proyek yang seolah jalan di tempat.
Ketidakjelasan pelaksanaan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku pengelola program, telah memicu kerugian beruntun.
Menurutnya, Perusahaan PT. PPP selalu pengelola sudah bersikap koporatif dan bertanggung jawab untuk berpartisipasi dalam penanganan pasca Bencana Hidrometeorilogi dengan tidak memperdulikan kerugian secara masiv yang pasti dialami.
Hal yang paling menyayat hati adalah minimnya informasi mengenai siapa rekanan atau pelaksana proyek di lapangan. Warga hanya tahu bahwa ini adalah proyek Kementerian PKP, namun di lapangan, tak ada tanda-tanda aktivitas pekerjaan sejak lahan ditumbang Desember lalu.
Mereka menyesali lambatnya proses birokrasi yang membuat lahan terbengkalai begitu saja. Alih-alih menjadi pemukiman, lahan tersebut kini hanya menjadi hamparan tanah yang rusak tanpa kepastian kapan pembangunan benar-benar akan dimulai.
"Kami tidak tahu siapa rekanannya. Yang kami lihat hanya lahan yang sudah dirusak tapi tidak dibangun-bangun," pungkas Abdul Gani dengan nada kecewa.[]L24.Sai

