Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Harapan baru mulai tumbuh di atas tanah berlumpur sisa bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh ...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG — Harapan baru mulai tumbuh di atas tanah berlumpur sisa bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025 lalu. Demi memastikan nadi perekonomian petani kembali berdenyut, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah di Kampung Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, pada Selasa (26/5/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Armia tidak sendiri. Ia didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh. Yusbar, yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Irwan Hadi, SP. Kehadiran jajaran pemerintahan ini menegaskan komitmen daerah dalam mengawal pemulihan sektor pertanian yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Sinergi Pusat dan Daerah demi Ketahanan Pangan
Di sela-sela peninjauannya, Bupati Armia menyampaikan bahwa program pemulihan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian. Bantuan ini difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana pertanian yang rusak parah agar para petani tidak berlama-lama larut dalam dampak bencana.
"Prioritas utama kita adalah para petani yang terdampak langsung. Mereka harus segera mendapatkan dukungan agar bisa turun ke sawah lagi. Ini bukan sekadar memulihkan lahan, tetapi tentang menjaga dapurnya para petani dan menjaga stabilitas produksi pangan di daerah kita," ujar Armia dengan nada optimis.
Langkah cepat ini menjadi sebuah edukasi penting bagi masyarakat: bahwa mitigasi pascabencana yang efektif membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat itu sendiri.
Memetakan 712 Hektare Lahan yang Dipulihkan
Bencana banjir bandang akhir tahun lalu memang meninggalkan trauma dan kerusakan yang tidak sedikit. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Aceh Tamiang, total lahan persawahan yang masuk dalam program rehabilitasi pascabencana ini mencapai 712 hektare yang tersebar di tiga kecamatan.
Berikut adalah rincian wilayah yang menjadi fokus pemulihan:
Kecamatan Bendahara: 407,90 hektare (wilayah terdampak paling luas)
Kecamatan Karang Baru: 277 hektare
Kecamatan Manyak Payed: 27 hektare
Untuk tahap awal yang krusial ini, pengerjaan difokuskan pada 260 hektare lahan yang mencakup 8 kampung (desa) dengan tingkat kerusakan paling parah akibat terjangan banjir bandang. Kedelapan kampung tersebut adalah:
Kampung Paya Kulbi
Kampung Alur Bemban
Kampung Medang Ara
Kampung Paya Awe
Kampung Johar
Kampung Tanjung Lipat 1
Kampung Tanjung Lipat 2
Kampung Matang Tepah
Gotong Royong Bersama TNI: Merajut Kembali Asa Petani
Sisi humanis dari program ini terlihat dari kuatnya rasa kebersamaan. Sektor pertanian yang sempat lumpuh total akibat fenomena hidrometeorologi kini dihidupkan kembali lewat kerja sama taktis antara Pemerintah Daerah dan personel Kodim 0117/Aceh Tamiang.
Keterlibatan TNI dalam restorasi lahan ini memberikan suntikan semangat dan rasa aman bagi warga. Dengan bersihnya saluran irigasi dan kembalinya kesuburan tanah, kendala yang selama ini menyumbat produktivitas padi di Aceh Tamiang perlahan mulai terurai.
Melalui program rehabilitasi yang terukur dan penuh gotong royong ini, pemerintah berharap para petani di Kampung Paya Kulbi dan sekitarnya bisa segera mengayunkan cangkul dan menyemai benih kembali. Senyum yang sempat hilang di musim banjir lalu, kini diharapkan terbit kembali bersama hijaunya hamparan padi yang siap menjaga ketahanan pangan Aceh Tamiang.[]L24.Sai

