Lentera24.com | ACEH TIMUR – Di tengah khidmatnya suasana Ramadhan, Masjid Attaqarrub Gampong Julok Tunong kembali menjadi saksi bisu se...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Di tengah khidmatnya suasana Ramadhan, Masjid Attaqarrub Gampong Julok Tunong kembali menjadi saksi bisu sebuah tradisi kemanusiaan yang telah bertahan hampir dua dekade. Ikatan Pemuda Julok Tunong (IPJT) sukses menyelenggarakan agenda tahunan Buka Puasa Bersama sekaligus santunan yatim piatu yang ke-19 kalinya, Minggu (15/3).
Bukan sekadar rutinitas, konsistensi selama 19 tahun ini menjadi sinyal edukasi berharga bagi sektor korporasi. IPJT membuktikan bahwa kolaborasi antara pemuda, pemerintah desa, dan perusahaan swasta dapat menciptakan jaring pengaman sosial yang berkelanjutan bagi anak-anak yatim di pelosok daerah.
Sinergi Tanpa Batas: Pemuda dan Korporasi
Ketua Panitia Pelaksana, Iswadi, S.Pd, menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini adalah buah dari gotong royong lintas sektor. Ia memberikan apresiasi khusus kepada para mitra yang telah menunjukkan kepedulian nyata.
"Alhamdulillah, ini adalah tahun ke-19 kita bergerak. Terima kasih kepada IPJT, Pemerintah Gampong, serta apresiasi tinggi untuk PT. Medco E&P Malaka, Ateng Group, dan Asar Humanity. Kehadiran perusahaan-perusahaan ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial (CSR) yang tepat sasaran mampu membawa perubahan besar bagi senyum anak yatim kami," ujar Iswadi.
Hadirnya Tokoh Kunci
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting sebagai bentuk dukungan moral, di antaranya:
- Zamzami, SIP (Plt Kasi PMG Kecamatan Julok)
- Iptu M. Kamal (Kapolsek Julok)
- Yuslizar (Komandan Asar Humanity Aceh Timur)
- Ikhwanul Muslim, S.Pd.I (Keuchik Gampong Julok Tunong)
- Tokoh agama dan pengurus BKM Masjid Attaqarrub.
Pesan Edukasi untuk Dunia Usaha
Apa yang dilakukan IPJT di Julok Tunong merupakan role model bagi perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Aceh Timur. Melalui momen ini, diharapkan lebih banyak perusahaan tergerak untuk menjadikan santunan yatim sebagai agenda prioritas, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi sosial jangka panjang.
Menyantuni satu anak yatim adalah kebaikan, namun membangun sistem santunan yang bertahan selama 19 tahun adalah warisan (legacy).
Semoga langkah IPJT dan para mitra menjadi pemantik bagi lahirnya "dermawan-dermawan korporasi" baru di Bumi Nurul Akla. [] L24.Zal
