Lentera24.com | ACEH TIMUR – Harapan warga Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, untuk kembali mendapatkan air bersih mulai terwujud. Yayasan Ge...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Harapan warga Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, untuk kembali mendapatkan air bersih mulai terwujud. Yayasan Geutanyoe, berkolaborasi dengan Canada Fund for Local Initiatives (CFLI), bergerak cepat melakukan aksi pembersihan dan pengurasan puluhan sumur warga yang terdampak banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Kondisi Desa Lokop pasca-banjir sempat memprihatinkan. Puluhan sumur warga yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari terendam lumpur, limbah, dan material sampah. Akibatnya, warga sempat terpaksa mengandalkan air sungai yang kualitasnya tidak terjamin untuk kebutuhan memasak dan mencuci.
Gerak Cepat Relawan di Lapangan
Koordinator Yayasan Geutanyoe, Nasrudin, menegaskan bahwa pemulihan sumber air adalah prioritas utama dalam fase pasca-bencana untuk mencegah wabah penyakit.
"Ketersediaan air bersih sangat krusial. Pengurasan sumur ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penyelamatan agar warga terhindar dari risiko penyakit kulit dan pencernaan akibat air yang tercemar," ujar Nasrudin.
Aksi ini dilakukan secara sistematis oleh tim relawan yang dibekali peralatan lengkap, mulai dari pompa air berkapasitas tinggi hingga alat pelindung diri (APD). Prosesnya meliputi:
Pengurasan: Membuang air keruh dan lumpur sisa banjir dari dalam sumur.
Sterilisasi: Membersihkan dinding sumur dari lumut dan kotoran yang menempel.
Pemurnian: Pemberian obat penjernih air untuk memastikan air kembali layak konsumsi.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kegembiraan tampak di wajah warga, salah satunya Saifuddin. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim gabungan Yayasan Geutanyoe dan CFLI ini.
"Sejak banjir, sumur kami bau dan hitam. Kami bingung mau ambil air ke mana lagi. Alhamdulillah, setelah dibersihkan relawan, airnya sudah jernih kembali. Kami tidak khawatir lagi untuk masak," ungkapnya penuh syukur.
Komitmen Jangka Panjang
Tidak berhenti pada pembersihan sumur, kolaborasi Yayasan Geutanyoe dan CFLI Canada ini juga mencakup:
Edukasi Higienitas: Sosialisasi menjaga kebersihan lingkungan pasca-bencana.
Pemantauan Lingkungan: Memastikan sumber air tetap stabil dan aman dikonsumsi dalam jangka panjang.
Koordinasi Pemulihan: Bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar di Aceh Timur.
Yayasan Geutanyoe menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi terus mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan total. Sinergi internasional bersama CFLI Canada ini menjadi bukti bahwa kepedulian lintas batas mampu mempercepat kembalinya senyum warga di pelosok Aceh.[]L24.Sai

