HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Simeulue Tengah Pacu Transformasi Ekonomi Biru, Konektivitas Antarwilayah Jadi Prioritas Utama

Lentera24.com | SIMEULUE – Pemerintah Kecamatan Simeulue Tengah resmi menetapkan arah pembangunan tahun mendatang melalui Musyawarah Perenc...


Lentera24.com | SIMEULUE – Pemerintah Kecamatan Simeulue Tengah resmi menetapkan arah pembangunan tahun mendatang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar pada Rabu (25/2/2026). Fokus utama kali ini adalah mempercepat konektivitas antarwilayah dan mematangkan transformasi ekonomi biru yang inklusif.


Kegiatan yang berlangsung di ibu kota kecamatan ini menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan infrastruktur maritim, layanan publik, hingga sektor pariwisata yang berdaya saing.


Konektivitas Sebagai Urat Nadi Ekonomi

Dalam pembukaannya, Camat Simeulue Tengah, Herumahdani, menegaskan bahwa tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan hanya bisa dijawab dengan integrasi infrastruktur yang kuat.


"Peningkatan konektivitas adalah kunci. Kita ingin mobilitas warga dan distribusi barang tidak lagi terhambat. Jalan, jembatan, hingga sarana transportasi laut adalah urat nadi yang akan memompa pertumbuhan ekonomi desa-desa di Simeulue Tengah," ujar Herumahdani.


Selain infrastruktur fisik, ia juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas layanan dasar seperti akses air bersih, fasilitas kesehatan, dan pendidikan agar tidak ada ketimpangan antar desa.

Visi Ekonomi Biru: Laut Sebagai Masa Depan


Hadir dalam forum tersebut, Wakil Bupati Simeulue, Nasar Amin, memberikan penekanan khusus pada potensi kelautan. Ia mendorong agar pembangunan infrastruktur tidak sekadar membangun fisik, tetapi harus berbasis pada prinsip ekonomi biru yang berkelanjutan.


“Potensi maritim dan pariwisata kita luar biasa. Namun, pembangunannya harus tepat sasaran dan selaras dengan RPJMD. Kita kelola sumber daya laut secara cerdas agar manfaatnya dirasakan jangka panjang tanpa merusak ekosistem,” tegas Nasar Amin.


Musrenbang kali ini berlangsung interaktif dengan kehadiran unsur Muspika, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perempuan. Beberapa poin krusial yang diusulkan oleh masyarakat dalam sesi diskusi antara lain:


Infrastruktur Desa: Peningkatan jalan penghubung dan jembatan antar desa.

Sektor Perikanan: Pembangunan tambatan perahu dan penyediaan sarana perikanan modern.

Pengembangan destinasi wisata berbasis potensi alam dan kearifan lokal.

Layanan Dasar: Penguatan fasilitas kesehatan dan sekolah di pelosok desa.

Pemerintah Kecamatan Simeulue Tengah optimistis bahwa hasil Musrenbang ini akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan yang inklusif. Dengan kolaborasi lintas sektor antara desa, kecamatan, dan kabupaten, target kesejahteraan masyarakat yang merata diharapkan bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan kenyataan yang berkelanjutan.[]L24.DM