HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Janji Manis MBG Berujung Kecewa: Ratusan Siswa Karang Baru "Diprank" Menu Kering Ramadhan

Para siswa sedang menunggu menu MBG Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan ratusan siswa di Kecamatan Karang Baru untuk menikmati menu keri...

Para siswa sedang menunggu menu MBG

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Harapan ratusan siswa di Kecamatan Karang Baru untuk menikmati menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal Ramadhan berubah menjadi kekecewaan mendalam. Akibat ketidaksiapan dan buruknya koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Pahlawan, para siswa yang seharusnya beristirahat justru harus menunggu hingga menjelang berbuka puasa tanpa hasil, Senin (23/2/2026).


Berdasarkan kesepakatan awal dengan Yayasan Garuda Yaksa Peduli Pangan, pendistribusian menu kering MBG dijadwalkan mulai berjalan pada minggu pertama puasa. Pihak sekolah, mulai dari tingkat SD, MIN, SLTP, hingga SMK di wilayah Kampung Tanjung Seumantoh Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang telah menginstruksikan siswa untuk hadir ke sekolah demi mengambil jatah tersebut.


Namun, hingga pukul 17.00 WIB, menu kering yang dijanjikan tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Para siswa yang sudah menanti berjam-jam terpaksa pulang dengan tangan hampa dan perut kosong.


"Kami merasa ditipu. Anak-anak yang seharusnya bisa istirahat di rumah malah diminta ke sekolah karena ada janji menu MBG diantar. Tapi sampai jam 5 sore tidak ada kabar. Ini sangat mengecewakan, mengingat bulan suci Ramadhan" ujar salah satu perwakilan wali murid dengan nada geram.

"Apa Susahnya Memberi Kabar?"


Nada pedas juga datang dari pihak sekolah. Seorang Kepala Sekolah yang enggan disebutkan namanya mengecam keras cara kerja SPPG Kampung Pahlawan yang dinilai amatir dan tidak profesional.


"Kami sangat kecewa dengan cara kerja SPPG yang tidak komitmen. Kalau memang ada kendala atau batal kirim, apa salahnya memberi tahu lebih awal? Kami menunggu berjam-jam tanpa kepastian. Ini menyangkut hak siswa dan waktu kami," tegasnya kepada media.


Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Kampung Pahlawan Cut Novi kepada Lentera24.com menyampaikan permohonan maaf yang terkesan terlambat. Pihaknya berdalih bahwa pengiriman baru dimulai pukul 15.00 WIB, sehingga terjadi keterlambatan masif di lapangan.


"Kami mohon maaf sekali. Pengiriman berjalan sampai waktu berbuka, tapi memang salah kami saat sampai di SMP 2 sekolah sudah kosong," aku Kepala SPPG. Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi dan berjanji akan mengantarkan sisa menu yang tertunda pada Selasa pagi.


Kejadian ini menjadi rapor merah bagi pelaksanaan program MBG di Aceh Tamiang. Publik kini mempertanyakan kredibilitas pelaksana lapangan yang dianggap abai terhadap komunikasi dasar. Jika untuk urusan logistik makanan saja sudah meleset dari janji, bagaimana kualitas pelayanan gizi ke depannya bisa terjamin?


Kekecewaan siswa dan guru di Karang Baru hari ini adalah "obat pahit" yang harus ditelan penyelenggara agar tidak lagi bermain-main dengan komitmen, terutama di bulan suci Ramadhan.[]L24.Sai