HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

HENTIKAN WISATA BENCANA! Rakyat Tamiang Butuh Makan, Bukan Janji Manis Pejabat Pusat

Saiful Alam, tokoh masyarakat sekaligus wartawan senior Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kritik pedas menyambar wajah Pemerintah Kabupaten A...

Saiful Alam, tokoh masyarakat sekaligus wartawan senior

Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Kritik pedas menyambar wajah Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, DPRK, hingga Pemerintah Pusat. Saiful Alam, tokoh masyarakat sekaligus wartawan senior, melontarkan "peluru" panas terkait lambannya pemulihan pasca-banjir yang membuat ekonomi rakyat mati suri. Ia menilai, birokrasi yang berbelit-belit hanya menunjukkan satu hal: Ketidakpedulian negara terhadap penderitaan rakyat kecil.

Kementerian Jangan Jadi "Tembok" Penghambat.

Saiful mendesak Pemkab Aceh Tamiang untuk berhenti "mengemis" dengan cara-cara lama. Ia menuntut perubahan aturan di tingkat kementerian agar bantuan rehabilitasi rumah diberikan dalam bentuk tunai.

"Rakyat tidak butuh prosedur yang bikin sakit kepala! Berikan bantuan tunai agar ada perputaran ekonomi di desa. Jika alasannya takut penyimpangan, gunakan teknologi digital untuk pantau bukti fisik. Jangan jadikan administrasi sebagai alasan untuk membiarkan rakyat tinggal di rumah rusak," cetus Saiful dengan nada geram.

DPRK Aceh Tamiang: Mandul dan Kehilangan Taring!

Tak hanya pusat, lembaga legislatif di daerah pun tak luput dari serangan. Saiful mempertanyakan di mana fungsi pengawasan DPRK Aceh Tamiang selama ini.

"DPRK sepertinya sudah kehilangan fungsinya. Mereka seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat, mendesak eksekutif bekerja lebih cepat, bukan malah diam seribu bahasa melihat rakyatnya megap-megap akibat birokrasi yang kolot. Rakyat butuh bukti nyata di lapangan, bukan sekadar duduk manis di kursi empuk!"

Sentilan untuk Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Ajang Selfie!

Poin paling tajam diarahkan kepada pejabat pusat yang sering kali menjadikan bencana di Aceh sebagai panggung popularitas.

Hentikan "Wisata Bencana": Kedatangan pejabat dari Jakarta jangan hanya untuk menebar janji dan berfoto selfie di atas penderitaan rakyat.

Prioritas Proknas: Perbaikan jembatan dan jalan harus masuk skala prioritas nasional (Proknas), bukan sekadar wacana tahunan yang hilang setelah air surut.

Terobosan Kesehatan: Saiful menantang Pemkab untuk berhenti mengandalkan APBD yang cekak. "Mana jaringan LSM Internasional? Mana terobosan kesehatan? Jangan tunggu wabah datang baru sibuk rapat koordinasi!"

Rakyat Sudah Jengah dengan Janji

Pesan Saiful Alam jelas dan lugas: Birokrasi yang berbelit adalah bentuk kejahatan terhadap rakyat pasca-bencana. Jika Pemerintah Pusat dan Daerah tidak segera melakukan tindakan luar biasa (extraordinary), maka kunjungan-kunjungan pejabat selama ini hanyalah sandiwara belaka.

"Kalau masyarakat menipu soal bantuan, itu urusan dia dengan Tuhan. Tapi kalau pemerintah menghambat bantuan karena birokrasi, itu urusan mereka dengan dosa sosial kepada ribuan rakyat Aceh Tamiang," tutupnya.[]L24.Wirajaya