Nasruddin Koordinator Yayasan Geutanyoe Lentera24.com | ACEH TIMUR – Keberhasilan Bea Cukai Langsa dan tim Gakkumdu menggagalkan penyelundu...
![]() |
| Nasruddin Koordinator Yayasan Geutanyoe |
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Keberhasilan Bea Cukai Langsa dan tim Gakkumdu menggagalkan penyelundupan 53 koli satwa liar di pesisir Aceh Timur menuai apresiasi sekaligus kritik keras.
Yayasan Geutanyoe memperingatkan bahwa penangkapan ini hanya menyentuh "permukaan" jika aktor intelektualnya tetap melenggang bebas.
Dengan barang bukti masif (53 koli), mustahil aksi ini hanya dijalankan oleh pemain tunggal atau kurir.
Satwa yang disita mencakup Orangutan betina, Simpai Surili, dan Burung Nuri Bayan. Kehilangan mereka adalah pukulan telak bagi biodiversitas Aceh.
Koordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, mendesak penyidik agar tidak berhenti pada sopir atau kurir yang hanya menjadi tumbal di lapangan.
Nasruddin menegaskan bahwa tanpa menyentuh mafia di balik layar, perdagangan ilegal ini akan terus berulang.
"Kami mengapresiasi Bea Cukai, tapi polisi harus mengejar aktor intelektualnya. Jangan sampai hanya kelas teri yang dikorbankan, sementara bos besarnya terus merusak alam kita," tegas Nasruddin.
Seluruh satwa kini menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali. Namun, Yayasan Geutanyoe mengingatkan masyarakat bahwa kejahatan ini hidup karena adanya pasar (pembeli). Publik diminta berhenti membeli satwa dilindungi dan aktif melaporkan pergerakan mencurigakan di hutan maupun pesisir.[]L24.Sai
