HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ironi Pasca-Banjir: Habis Terendam Air, Kini Warga Paya Bujouk "Tersetrum" Tagihan Listrik 100%

Nasruddin Lentera24.com | LANGSA – Luka warga Desa Paya Bujok Seulemak akibat banjir belum sepenuhnya kering, namun kini mereka harus mengh...

Nasruddin

Lentera24.com | LANGSA – Luka warga Desa Paya Bujok Seulemak akibat banjir belum sepenuhnya kering, namun kini mereka harus menghadapi "badai" baru. Harapan akan keringanan beban justru berbuah pil pahit setelah tagihan listrik bulan Maret melonjak drastis hingga 100 persen, meninggalkan tanda tanya besar bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.


Janji Diskon yang Menjadi Bumerang

Nasruddin, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas ketidakpastian ini. Sempat dijanjikan diskon pada bulan Januari dan Februari sebagai bentuk empati pasca-banjir, warga justru merasa "dijebak" oleh lonjakan tagihan di bulan berikutnya.

"Dari biasanya membayar Rp 500-600 ribu, sekarang melonjak jadi Rp 1 juta lebih. Apa gunanya diskon kemarin jika hanya untuk dirapel dan ditagihkan lebih berat sekarang? Ini bukan membantu, tapi malah mencekik," ujar Nasruddin dengan nada getir.


Keresahan Massal di Tengah Pemulihan Ekonomi

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Hampir seluruh pengguna meteran pra-bayar di desa tersebut merasakan hal serupa. Lonjakan yang tiba-tiba ini dinilai sangat tidak manusiawi, mengingat kondisi ekonomi warga yang belum stabil setelah harta benda mereka rusak terendam banjir.

"PLN seharusnya memahami psikologi dan kondisi dapur kami. Jangan sampai warga yang sedang berduka dipaksa berbondong-bondong mendatangi kantor hanya untuk meminta keadilan yang seharusnya sudah menjadi pertimbangan nurani perusahaan," tegasnya.


Tuntutan Warga Penjelasan atau Kompensasi Nyata?

Warga Paya Bujok Seulemak mendesak PLN untuk tidak berdiam diri. Ada tiga poin utama yang diharapkan warga:

Transparansi: 

Penjelasan detail mengapa tagihan bisa melonjak dua kali lipat secara serentak.

Koreksi Tagihan: 

Mempertimbangkan kembali angka tagihan yang dianggap tidak wajar bagi korban bencana.

Solusi Humanis: 

Skema pembayaran atau kebijakan khusus bagi warga kurang mampu yang terdampak langsung.

Hingga saat ini, pintu kantor PLN masih tertutup rapat dari pernyataan resmi. Namun, warga masih menaruh harap agar perusahaan plat merah tersebut masih memiliki "hati" untuk mendengar jeritan pelanggan yang sedang tertatih kembali berdiri.[]L24.Sai