Lentera24.c0m | ACEH TAMIANG -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asrizal H Asnawi sangat bahagia, tatkala menerima kabar kese...
Lentera24.c0m | ACEH TAMIANG -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asrizal H
Asnawi sangat bahagia, tatkala menerima kabar keseriusan Pemerintah Aceh dalam
menjemput investasi ke Uni Emirat Arab (UEA). Kabar dimaksud disampaikan Politikus Partai PAN melakui pesan singkat ke WhatsApp
Redaksi Lentera24.com tadi, Selasa
(10/3).

“Senang mendengar kabar keseriusan Pemerintah Aceh dalam menjemput
investasi ke UEA,”
sebutnya.
Asnawi berkeyakinan investasi tersebut bisa segera terealisasi
karena Plt Gubernur Aceh sangat serius menggarap dan menjemput investasi itu.
"Kita berharap semoga Allah memberikan Aceh sumber alam
baru untuk dikelola demi mensejahterahkan
rakyat Aceh,”
tambahnya.
Hal itu
diungkapkan dengan dikaitkannya permasalahan otsus
didaerah Aceh yang kian sekarat. Bahkan kata Asrizal, Aceh sudah tidak memungkin harus terus terusan bergantung dengan dana
otsus, sementara dana yang sudah disalurkan juga belum berdampak signifikan
bagi pertumbuhan perekonomian rakyat di Aceh.
Disebutkannya, kalau UEA menaruh minat investasi di Aceh, pada
bidang properti. Investasi UEA di Aceh ini merupakan bagian dari kesepakatan
kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dengan nilai US$ 22,89 miliar atau
setara Rp 314,9 triliun (kurs Rp 14.000).
"Di Aceh, mereka (UEA) sangat masuk di properti. Nah, minggu depan
kami akan bicarakan ini dengan Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ karena
ada beberapa persyaratan itu mereka masuk," kata Menko Kemaritiman dan
Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers usai mendampingi Presiden
Jokowi di Istana Qasr Al Watan Abu Dhabi, Minggu (12/1/2020),” terang dia.
Masih menurut
Asrizal, dalam pertemuan dengan Luhut Kamis (30/1/2020) lalu,
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memaparkan sejumlah potensi investasi Aceh bidang
properti (perumahan) dan perhotelan, terutama di wilayah Sabang dan Banda Aceh.
Disebutkan, Nova menargetkan investasi dari UEA sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp
42 triliun. Sebab potensi investasi di kawasan pariwisata Pulau
Banyak, Simeuleu, dan dataran tinggi Gayo, termasuk investasi di Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Arun dan pembangunan jaringan pipa gas dari
Lhokseumawe-Aceh.
Lebih rinci dikatakan, kala itu
Luhut menghubungi Menteri Energi dan Industri UEA,
Suhail al-Mazrouei guna mengatur waktu yang tepat untuk kembali bertemu dan
membicarakan kelanjutan investasi ini. Sementara kepada Pemerintah Aceh, sesuai
dengan arahan Presiden, diminta agar menjemput bola dan mempermudah seluruh
proses masuknya investasi sesuai perundang-undangan.
“Artinya, dalam waktu dekat Pemerintah Aceh akan bertemu dengan Menteri
Energi dan Industri UAE, bertemu juga dengan adik Pengeran Muhammed Bin Zayed
Al Nahyan, dan Managing Director Abudhabi Investment Authority," ungkap
Nova usai bertemu Luhut. [] L24-002