Lentera 24.com | Aceh Tamiang -- Pelantikan Bupati Aceh Tamiang dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, dan T. Insyafuddin, Jumat (29/1...
Lentera24.com | Aceh Tamiang -- Pelantikan
Bupati Aceh Tamiang dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, dan T. Insyafuddin,
Jumat (29/12/2017) dihadiri oleh ribuan masyarakat dan pejabat daerah itu
maupun Kepala Daerah serta Pimpinan DPRK luar daerah maupun para Jenderal dan tokoh tokoh
ternama Aceh. Sehingga ruang utama persidangan disesaki oleh tamu undangan,
demikian juga halaman Kantor Sekretariat DPRK Aceh Tamiang tak luput dari
kehadiran ribuan masyarakat.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dalam sambutannya mengharapkan pasangan
Mursil dan T. Insyafuddin dapat menjalankan roda pemerintahan secara kompak dan
sehati demi kemajuan pembangunan daerah disegala lini.
“Kami berharap kepada Bupati Aceh Tamiang yang baru saja dilantik bisa
kompak dan tetap menjaga keharmonisan hubungannya,” ujar Fadlon.
Hal yang disampaikan Fadlon dimaksud mendapat tanggapan serius dari Bupati
Mursil melalui pidatonya usai prosesi pelantikan dilakukan.
"Yang paling penting bagaimana caranya saya bisa menjaga kerjasama dan
kekompakan saya dengan pak Insyafuddin," sebut Mursil.
Selain itu, kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Mursil menyampaikan
tentang sejumlah program penting pembangunan didaerah yang kini menjadi
tanggungjawabnya. Terutama soal pembangunan jalan elak yang terhenti sejak 5
tahun silam serta pembangunan Masjid Agung yang juga bernasib sama. Bahkan proses
pembangunan Masjid tersebut terhenti semasih pengerjaan pembuatan pondasi
akibat terjadinya sebuah kasus.
“Jalan elak itu pak Gubernur sudah lima tahun nggak selesai selesai. Sudah
itu pembangunan Masjid Agung yang belum juga dilakukan pembangunannya.,”
sambung Mursil lagi.
Imbuh Bupati baru itu, persoalan lain yang menjadi pokok pemikiran dan PR
baginya yang harus dilakukan penyelesaian adalah pembangunan sejumlah jembatan.
“Contohnya untuk penyeberangan buah sawit harus menambah biaya keluar lagi
sebanyak 200 Rupiah perkilo. Begitu juga dengan biaya karet. Untuk itu saya
mengharap kepada Bapak Gubernur untuk menambah lagi dua atau tiga jembatan di
Kabupaten Aceh Tamiang,” sebut Mursil.
Mursil juga menyebutkan kalau Kota Kualasimpang ibarat sebuah kota hantu
yang dihuni oleh kuntilanak.
"Kota Kualasimpang ini sangat semrawut pak, bahkan ada yang bilang
kepada saya, pak kalau bapak ke Kota Kualasimpang pada malam hari hati hati
pak. Disana ada kuntilanak. Ternyata karena Kota Kualasimpang itu kalau malam gelap
gulita," papar Mursil. [] L24-002
