HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Kapolres : Angka Kejahatan 2017 di Kota Langsa Menurun

Lentera 24.com | LANGSA -- Hingga di penghujung akhir tahun 2017 angka kejahatan yang masuk ke jajaran Polres Langsa secara global menurun,...

Lentera24.com | LANGSA -- Hingga di penghujung akhir tahun 2017 angka kejahatan yang masuk ke jajaran Polres Langsa secara global menurun, jika dibandingakan dengan tahun sebelumnya yakni 2016 silam.


Hal tersebut disampaikan langsung oleh AKBP Satya Yudha Prakasa Sik selaku Kapolres Langsa kepada awak media di Aula Mapolres Langsa Jumat (29/12). 

Lanjut Kapolres, pada tahun 2016 kejahatan konversional ada 728 kasus yang di selesaikan 439 kasus dengan persen tasre 60,3 persen. Kejahatan transnasional ada 196 kasus yang di selesaikan 195 kaus. Sedangkan kejahatan terhadap kekayan negara atau korupsi ada 6 kasus semua sudah di selesaikan.ujarnya.

Sedang kan di tahun 2017 ini kejahatan konversinal menurun hanya 572 kasus yang sudah di selesaikan 315 kasus dengan persen tase 55 persen.

Kejahatan transnasional ada 198 kasus yang di selesaikan 150 kasus dengan persentase 77,75 persen. Sedangkan kejahatan terhadap kekayan negara atau korupsi ada 1 kasus sudah di selesaikan. Dengan demikian di tahun 2017 ini Polres Langsa menangani 771 kasus yang sudah terselesai kan 465 kasus dengan persen tase 60,31%, urai Kapolres.

Menurut Kapolres, dari semua kasus yang ada, kasus n@rkoba yang paling menonjol dan meningkat dari tahun sebelumnya. Di tahun 2016 kasus penyalagunaan n@rkoba jenis Shabu mencapai 147 kasus dengan jumlah tsk 209 orang dan barang bukti (BB) 592,26 Gram. 

Sedangkan penyalah gunaan n@rkoba jenis g@nja ada 43 kasus dengan jumlah tersangka 57 orang dan barang bukti 33,981 gram. Selanjutnya penyalah gunaan n@rkoba jenis Ekt@si ada 5 kasus dengan jumlah tersangka 15 orang dengan jumlah barang bukti 36 butir.

Sedang kan di tahun 2017 kasus penyalagunaan n@rkoba jenis Shabu meningakat hingga mencapai 158 kasus dengan jumlah tersangka 230 orang dan barang bukti (BB) shabu 416,79 gram. Sedangkan penyalah gunaan n@rckba jenis g@nja ada 39 kasus dengan jumlah tersangka 46 orang dan barang bukti 55,355 gram.

Selanjutnya kasus laka lantas, pada tahun 2016 ada 177 kasus di selesaikan 119 dan di tahun 2017 ada penurunan haya 157 kasus dan di selesaikan 66 kasus.

Sedangkan korban laka lantas tahun 2016 ada 373 meninggal 53 orang luka berat 72 orang luka ringan 248 orang,kerugian materil Rp.885.900.000. Tahun 2017 ada 281 meninggal 54 orang luka berat 15 orang luka ringan 212orang, kerugian materil Rp.573.400.000 imbuh Kapolres.

Untuk pelanggaran lalulintas di tahun 2016 melakukan tilang 1.831 yang di kenakan sangsi teguran 414 sedang kan di tahun 2017 melakukan tilang naik tajam hingga 4.970 dan sangsi teguran 548.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat bersinergi dengan pihak kepolisian guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan sekitar kita.
Di samping itu Kapolres juga berharap agar masyarkat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Sebab untuk menciptakan rasa aman di lingkungan kita itu menjadi tamggung jawab kita bersama, tanpa dukungan masyarakat mata telinga kepolisian tidak akan mampu mengkaper hengga ke sudut sudut desa.Untuk itu marilah kita songsong tahun 2018 dengan saling bahu membahu untuk menciptakan suasana yang aman dan damai,harap Perwira berpangkat dua melati di pundak itu. [] L24-007