HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pintu Irigasi Jebol, Seribuan Ha Sawah di Tamiang dan Langsa Terancam Gagal Tanam

Sedikitnya seribuan hektare areal persawahan di dua kabupaten/kota, yaitu Aceh Tamiang dan Kota Langsa, terancam gagal tanam menyusul jebo...

Sedikitnya seribuan hektare areal persawahan di dua kabupaten/kota, yaitu Aceh Tamiang dan Kota Langsa, terancam gagal tanam menyusul jebolnya pintu irigasi Bukit Meutuah, Seuneubok Punti Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, akhir Mei lalu. 

Pintu irigasi ini jebol menyusul hujan yang turun terus-menerus di wilayah tersebut beberapa waktu terakhir. Sumber air irigasi itu sendiri adalah wilayah Alue Punti Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Demikian diutarakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Manyak Payed Aceh Tamiang, M Jamil, kepada Analisa, Rabu (30/5).

Dikatakannya, bila pintu bendungan tidak segera diperbaiki, sedikitnya 700-an hektare sawah di di Aceh Tamiang, seperti Kampung Seunebok Pidie, Lueng Manyo, Geregam Alue Puteh dan sebagian Matang Cincin, akan mengalami kekeringan, sekaligus berdampak menurunnya produksi padi daerah ini sekitar 42.000 ton/tahun.

Hal sama dikatakan Sekretaris Asosiasi Apaksindo Kota Langsa, Zainuddin di lokasi Bendungan Bukit Meutuah. Jebolnya pintu air bendungan yang dibuat dari papan akibat tidak dapat menahan debit air yang lebih besar dari biasanya karena hujan sangat deras.

Pintu bendungan itu empat unit. Salah satunya jebol karena tidak dapat menahan air untuk dinaikkan ke saluran irigasi yang mengairi sekitar 200-an hektare sawah di 14 gampong (desa) di Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Kecamatan ini merupakan zona pertanian khusus sawah di Kota Langsa.

Zainuddin yang akrab disapa Ucok, didampingi sejumlah tokoh masyarakat setempat mengatakan, pintu irigasi itu jebol sejak 25 mei 2012.

Sejak jebolnya pintu irigasi itu, dia acapkali didatangi masyarakat yang mempertanyakan penanganan perbaikan jembatan itu.

Dalam pandangan Ucok sendiri, warga mendatanginya antara lain karena saat irigasi ini jebol pada 2009, dia membantu pengurusan rehabilitasinya hingga ke provinsi hingga kemudian diperbaiki dengan menelan dana Rp1,4 miliar.

Untuk itu Zainuddin mengharapkan pemerintah melalui instansi terkait segera mengantisipasi dan memperbaiki bendungan Bukit Meutuah itu. "Jika tidak kita khawatir Kota Langsa akan kekurangan pangan mengingat hingga saat ini pasokan beras untuk Kota Langsa mencapai sekitar 40 persen dari kebutuhan pangan daerah ini," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang, Muhammad Yunus SP MM, yang dihubungi melalui telepon seluler membenarkan rusaknya pintu bendungan di Seunebok Punti Kecamatan Manyak Payed itu.

Namun, pihaknya juga sejak jauh-jauh hari sudah membuat sumur bor dan sejumlah pompanisasi di areal persawahan daerah itu. Dia juga mengakui petani tidak bisa lagi memanen dua kali setahun karena persawahan ini merupakan sawah tadah hujan.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir Rusman, yang turun ke lokasi runtuhnya pintu bendungan itu, menyatakan, sebagai Ketua DPRK dia mengharapkan pintu air yang jebol itu segera diperbaiki supaya masyarakat bisa kembali memanfaatkannya. | Eddyanto, analisadaily.com