Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Riuh rendah suara dari pinggir lapangan sepak bola kini berpindah menjadi gemuruh penyerahan amanah di balai...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Riuh rendah suara dari pinggir lapangan sepak bola kini berpindah menjadi gemuruh penyerahan amanah di balai kampung. Zulham, sosok yang selama ini lebih akrab dengan peluit dan strategi lapangan, resmi terpilih sebagai Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Pandan Sari, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam pesta demokrasi tingkat desa yang berlangsung tertib dan partisipatif tersebut, Zulham berhasil mengantongi mandat mayoritas dari warganya.
Kemenangan Mutlak di Kotak Suara
Berdasarkan data yang dihimpun dari panitia pemilihan, dinamika penghitungan suara berjalan cukup sengit namun tetap damai. Zulham yang maju dengan nomor urut 1 berhasil mendominasi perolehan suara:
Zulham (Nomor Urut 1): 302 suara sah
Muhammad Zeinnie Reynaldhie, S.Pd (Nomor Urut 2): 206 suara sah
Total Suara Sah: 508 suara
Suara Tidak Sah: 7 suara
Total Partisipasi: 515 suara
Dengan selisih 96 suara, Zulham melenggang mantap untuk memimpin Kampung Pandan Sari pada periode mendatang. Seluruh proses krusial ini dikawal ketat oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dipimpin oleh Suhardi, serta disaksikan langsung oleh saksi dari kedua belah pihak.
Tangan Dingin Pelatih SSB Muda Sedia yang Mengakar di Hati Warga
Bagi masyarakat Pandan Sari, Zulham bukanlah orang asing yang tiba-tiba muncul saat musim pemilihan. Jauh sebelum namanya tercantum di kertas suara, ia adalah sosok sentral di balik pembinaan talenta muda Aceh Tamiang. Zulham merupakan pelatih kepala di SSB Muda Sedia Aceh Tamiang.
Sebagai seorang pelatih sepak bola kaki yang mengantongi Lisensi D, Zulham sudah bertahun-tahun mendedikasikan waktunya di lapangan hijau, menempa karakter dan kedisiplinan anak-anak lewat sepak bola. Pendekatannya yang humanis, sabar, dan mengayom—baik kepada anak-anak didiknya di SSB Muda Sedia maupun kepada para orang tua—membuatnya sangat menyatu dengan denyut nadi kehidupan warga.
Kedekatan emosional yang tulus inilah yang menjadi modal sosial terbesar Zulham. Meski sebelumnya bukan merupakan Datok Penghulu (bukan petahana), kepercayaan warga justru lahir dari rekam jejaknya yang nyata di tengah masyarakat.
"Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi kemenangan seluruh warga Pandan Sari. Seperti di lapangan bola, kita tidak bisa menang sendiri. Kita harus bermain sebagai tim untuk mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan desa ini," ungkap Zulham dengan mata berkaca-kaca menahan haru.
Harapan Baru untuk Pandan Sari
Kini, peluit panjang pemilihan telah ditiup. Tugas baru yang lebih besar telah menanti Zulham di luar lapangan hijau. Masyarakat Kampung Pandan Sari menaruh harapan besar di pundaknya agar gaya kepemimpinannya yang merakyat dan berjiwa pembimbing bisa membawa perubahan positif, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan kampung.
Tantangan pertamanya sebagai Datok Penghulu adalah "merangkul kembali semua pemain". Zulham diharapkan dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat—termasuk mereka yang kemarin berbeda pilihan—demi satu tujuan bersama: membawa Kampung Pandan Sari menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik.[]L24.Sai
