Ilustrasi | Google Kemarau di Kabupaten Aceh Tamiang selain menimbulkan masalah krisis air di sejumlah kampung, juga telah mengakibatkan ...
![]() |
| Ilustrasi | Google |
Kemarau di Kabupaten Aceh Tamiang selain menimbulkan masalah krisis air di sejumlah kampung, juga telah mengakibatkan sekitar 2259,23 Hektar (HA) tanaman padi mengalami kekeringan. Bahkan sekitar 1323,6 Ha di antaranya kini sudah dipastikan puso.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Yunus, SP. MM, yang didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Mustafa, SP. Dinas Pertanian dan Peternakan pun telah mengeluarkan Surat Keputusan nomor 521/2102/2011 tertanggal 5 September 2011, ujar Mustafa.
Kepada Realitas, Mustafa, SP menyebutkan, berdasarkan pendataan terhadap lahan sawah yang mengalami puso. Dinas Pertanian dan Peternakan menetapkan calon petani dan calon lokasi (CP/CL) penerima bantuan penanggulangan padi puso (BP3) tahun anggaran 2011 tercatat, Kecamatan Seruway yang luas pertanaman mencapai 580,3 hektar dan mengalami puso sekitar 382 hektar di sepuluh kampung, 19 kelompok tani akan menerima bantuan.
Kecamatan Bendahara yang luas pertanaman mencapai 493 hektar dan mengalami puso sekitar 259 hektar di sebelas kampung, 13 kelompok tani diberi bantuan, Kecamatan Kejuruan Muda yang luas pertanaman mencapai 86 hektar dan mengalami puso sekitar 49 hektar di tiga kampung, 5 kelompok tani diberi bantuan, Kecamatan Rantau yang luas pertanaman mencapai 130 hektar dan mengalami puso sekitar 97 hektar di tiga kampung, 5 kelompok tani diberi bantuan.
Kecamatan Bandar Pusaka yang luas pertanaman mencapai 52,85 hektar dan mengalami puso sekitar 22 hektar di tiga kampung, 3 kelompok tani diberi bantuan. Kecamatan Tamiang Hulu yang luas pertanaman mencapai 23,2 hektar dan mengalami puso sekitar 11 hektar di dua kampung, 2 kelompok tani diberi bantuan, Kecamatan Karang Baru yang luas pertanaman mencapai 131,88 hektar dan mengalami puso sekitar 100,6 hektar di lima kampung, 7 kelompok tani diberi bantuan.
Sementara itu, di Kecamatan Manyak Payed yang luas pertanaman mencapai 274 hektar dan mengalami puso sekitar 99,5 hektar di sembilan kampung, 9 kelompok tani diberi bantuan, Kecamatan Tenggulun yang luas pertanaman mencapai 142 hektar dan mengalami puso sekitar 107,5 hektar di tiga kampung, 6 kelompok tani diberi bantuan dan Kecamatan Banda Mulia yang luas pertanaman mencapai 346 hektar dan mengalami puso sekitar 196 hektar di enam kampung, 10 kelompok tani akan diberi bantuan.
Mustafa, SP, menerangkan luas tanaman padi di Kabupaten Aceh Tamiang pada musim tanam ini ada sekitar 2259,23 Ha, tersebar di sepuluh kecamatan. "Dari areal seluas itu, sekitar 1323,6 Ha sudah mengalami puso," ujarnya.
Sementara, untuk menolong para petani yang padinya puso akibat kekeringan pada musim kemarau ini, Pemkab Aceh Tamiang akan segera mengajukan dana Bantuan Penanggulangan Padi Puso kepada Pemerintah Pusat.
"Untuk itu, Dinas Pertanian dan Peternakan sudah melakukan kroscek data kondisi kekeringan tanaman padi oleh petugas-petugas penyuluh pertanian di wilayahnya masing-masing. Sebab, usulan bantuan penanggulangan padi puso itu, harus didukung data akurat," kata Mustafa. (Sumber : Rico F).
