Lentera 24.com | SIMEULUE -- Beredarnya berita di media sosial FB maupun group Watshap di kabupaten simeulue hari Selasa tanggal 12 Novembe...
Lentera24.com | SIMEULUE -- Beredarnya berita di media sosial FB maupun group Watshap di kabupaten simeulue hari Selasa tanggal 12 November 2019 sekira pukul 09.00 Wib, bertempat di Desa Sefoyan Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue ada ditemukan salah seorang mayat atas nama Gandoriman jenis kelamin perempuan umur 80 tahun didalam rumah korban sendiri.
Menurut keterangan pak Asnan mantan Kades Sefoyan kepada Lentera24.com, memang Gandoriman tinggal sendiri di rumah nya dan hidup sebatang kara dan umurnya pun suda sangat tua dan gandoriman pun sudah terbiasa hidup sendiri.
"Bahkan sudah pernah beberapa kali saya dan keluarga ingin mengambil gandoriman agar bisa tinggal bersama saya, namun gandoriman selalu menolak dan tidak mau," ujarnya.
Awak media ini menghubungi Kapolsek simeulue timur Iptu D Aritonang melalui watshap nya untuk menanyakan kebenaran berita yang beredar tersebut dan kapolsek menjawab melalui pesan watshap nya.
"Pada awal mula nya dari dua orang saksi Juraitan 58 tahun dan Ismawati 32 tahun yang datang kerumah korban untuk melihat keadaan korban tersebut dan sesampai di depan rumah korban saksi membuka pintu dan langsung mencium bau busuk disitu, saksi melihat ada mayat yang tergeletak di lantai di ruang tamu rumah korban dan saksi pun langsung memanggil masyarakat setempat dan bhabinkamtibmas desa sefoyan," tulis Kapolsek melalui pesan WhatsApp.
Sambung Kapolsek, menurut keterangan saksi pada hari minggu dua orang saksi diatas pergi kerumah korban untuk melihat keadaan korban dan ingin memandikan serta memberikan makan terhadap korban dan korban mengeluh bahwa kakinya sakit dan tidak bisa berdiri, dua orang saksi di atas memang sudah sering memberikan makan dan memandikan korban tersebut.dan sebelum korban meninggal Ia nya memang sudah mengalami sakit dan tinggal di rumah tersebut sendirian.
"Pihak Polsek simeulue timur dengan cepat mendatangi TKP dan memasang garis polis dan Evakuasi korban dan mengambil keterangan saksi saksi dan juga dilakukan olah TKP oleh sat reskrim polres simeulue", tutup Kapolsek. [] L24 (Dahman)
Menurut keterangan pak Asnan mantan Kades Sefoyan kepada Lentera24.com, memang Gandoriman tinggal sendiri di rumah nya dan hidup sebatang kara dan umurnya pun suda sangat tua dan gandoriman pun sudah terbiasa hidup sendiri.
"Bahkan sudah pernah beberapa kali saya dan keluarga ingin mengambil gandoriman agar bisa tinggal bersama saya, namun gandoriman selalu menolak dan tidak mau," ujarnya.
Awak media ini menghubungi Kapolsek simeulue timur Iptu D Aritonang melalui watshap nya untuk menanyakan kebenaran berita yang beredar tersebut dan kapolsek menjawab melalui pesan watshap nya.
"Pada awal mula nya dari dua orang saksi Juraitan 58 tahun dan Ismawati 32 tahun yang datang kerumah korban untuk melihat keadaan korban tersebut dan sesampai di depan rumah korban saksi membuka pintu dan langsung mencium bau busuk disitu, saksi melihat ada mayat yang tergeletak di lantai di ruang tamu rumah korban dan saksi pun langsung memanggil masyarakat setempat dan bhabinkamtibmas desa sefoyan," tulis Kapolsek melalui pesan WhatsApp.
Sambung Kapolsek, menurut keterangan saksi pada hari minggu dua orang saksi diatas pergi kerumah korban untuk melihat keadaan korban dan ingin memandikan serta memberikan makan terhadap korban dan korban mengeluh bahwa kakinya sakit dan tidak bisa berdiri, dua orang saksi di atas memang sudah sering memberikan makan dan memandikan korban tersebut.dan sebelum korban meninggal Ia nya memang sudah mengalami sakit dan tinggal di rumah tersebut sendirian.
"Pihak Polsek simeulue timur dengan cepat mendatangi TKP dan memasang garis polis dan Evakuasi korban dan mengambil keterangan saksi saksi dan juga dilakukan olah TKP oleh sat reskrim polres simeulue", tutup Kapolsek. [] L24 (Dahman)
