Lentera24.com | ACEH TIMUR – Politik selalu punya cerita, dan dinamika di dalamnya adalah bumbu yang mendewasakan. Hal inilah yang tergamba...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Politik selalu punya cerita, dan dinamika di dalamnya adalah bumbu yang mendewasakan. Hal inilah yang tergambar jelas dalam Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur periode 2026–2031 yang digelar di salah satu hotel di Aceh Timur pada Kamis (25/6/2026). Meski sempat diwarnai riak-riak ketegangan, acara sakral partai lokal ini justru berakhir dengan pesan persatuan yang kuat dan mengedukasi.
Riak Dinamika Sebelum Prosesi
Sesaat sebelum bendera pataka dikibarkan, suasana di luar ruangan pelantikan sempat menghangat. Aksi saling dorong dan adu fisik sempat terjadi di koridor luar. Ketegangan ini disinyalir dipicu oleh riak penolakan terhadap penunjukan Azhari M. Nur, atau yang akrab disapa H. Maop, sebagai Ketua DPW yang baru.
Namun, di sinilah letak kedewasaan berorganisasi ditunjukkan. Alih-alih meluas menjadi konflik berkepanjangan, situasi panas tersebut berhasil diredam dengan cepat dan kepala dingin oleh pihak-pihak terkait. Insiden ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, namun penyelesaian yang bijak adalah kunci utama.
Pelantikan Khidmat: Estafet Kepemimpinan Baru
Setelah situasi kondusif, ruang pelantikan kembali dipenuhi aura optimisme. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh, Aiyub Abbas (Abuwa). Dengan penuh khidmat, Abuwa mengukuhkan tiga nakhoda baru yang akan membawa layar DPW Partai Aceh Aceh Timur lima tahun ke depan:
Ketua DPW: Azhari M. Nur (H. Maop)
Sekretaris: Tgk. Iskandar Midsen
Bendahara: M. Yusuf (Pang Ucok)
“Atas nama Ketua Umum Partai Aceh, hari ini kami melantik H. Maop, Tgk. Iskandar Midsen, dan Pang Ucok sebagai Pengurus DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur. Semoga Partai Aceh di Aceh Timur semakin meugiwang (bersinar), solid, dan lebih maju ke depan,” ucap Abuwa disambut tepuk tangan optimis dari para kader.
Edukasi Politik dari Sebuah "Miskomunikasi"
Menanggapi gesekan yang sempat terjadi di awal acara, Abuwa memberikan pandangan yang sangat humanis dan mengedukasi. Bagi mantan Bupati Pidie Jaya ini, dinamika sekecil apa pun adalah vitamin bagi sebuah partai politik besar agar tidak terlena.
“Hal seperti itu biasa dalam partai. Sebenarnya hanya terjadi miskomunikasi dan sekarang sudah selesai," ujar Abuwa dengan senyum tenang.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam yang patut dicontoh oleh masyarakat luas dalam berdemokrasi:
"Yang terpenting ke depan adalah bagaimana seluruh kader dan pengurus dapat bersatu untuk membesarkan Partai Aceh di Kabupaten Aceh Timur.”
Menuju Partai Lokal yang Lebih Inklusif
Lewat peristiwa hari ini, Partai Aceh Timur memberikan pelajaran berharga kepada publik: bahwa rumah tangga yang besar pasti memiliki dinamika, namun komitmen terhadap daerah jauh lebih besar dari sekadar ego kelompok.
Dengan resminya kepengurusan H. Maop, Tgk. Iskandar Midsen, dan Pang Ucok, tantangan baru kini membentang. Publik kini menanti bagaimana kepengurusan baru ini memperkuat konsolidasi internal serta membawa Partai Aceh menjadi wadah aspirasi yang semakin dicintai, inklusif, dan berdampak nyata bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat di Aceh Timur.
