Lentera24.com | LANGSA – Suasana tenang namun penuh ketegangan intelektual menyelimuti Metro Kupi, Gampong Birem Puntong, Sabtu (9/5). Seba...
Lentera24.com | LANGSA – Suasana tenang namun penuh ketegangan intelektual menyelimuti Metro Kupi, Gampong Birem Puntong, Sabtu (9/5). Sebanyak 123 peserta dari berbagai penjuru Pulau Sumatra berkumpul untuk menguji ketajaman strategi dalam ajang Open Turnamen Catur Se-Sumatra PERCASI Cup I Kota Langsa 2026.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari (9-10 Mei) ini bukan sekadar ajang adu gengsi, melainkan sebuah simfoni kecerdasan yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Jambi.
Catur: Olahraga Langkah dan Konsekuensi
Dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kota Langsa melalui Kadisporapar, Banta Ahmad, S.ST.Pi, acara ini membawa pesan mendalam tentang filosofi hidup. Dalam sambutannya, Banta menekankan bahwa setiap bidak yang digerakkan adalah representasi dari pengambilan keputusan di dunia nyata.
"Catur mengajarkan kita bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi. Kehadiran saudara semua di sini bukan sekadar bertanding, tapi untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat sportivitas yang kokoh," ujar Banta dengan penuh antusias.
Misi Melahirkan Maestro Muda
Ketua Umum PERCASI Kota Langsa, Khairul Amri, yang juga merupakan Anggota DPRK Langsa, melihat turnamen ini sebagai jembatan menuju prestasi internasional. Beliau memiliki visi besar untuk mengintegrasikan olahraga catur ke dalam ajang O2SN guna merangsang minat generasi muda.
Visi Besar Turnamen:
Pembinaan Mental: Membangun mental juara dan konsentrasi tinggi bagi atlet Sumatra.
Regenerasi: Menjaring bibit unggul untuk dipersiapkan ke level nasional maupun internasional.
Sinergi: Memperkuat hubungan antar-pengurus daerah dan atlet melalui kompetisi yang sehat.
Format Kompetisi yang Ketat
Ketua Panitia, Muliadi, S.SOS.I, menjelaskan bahwa turnamen ini menggunakan Sistem Swiss 9 Babak. Format ini menuntut stamina mental yang luar biasa, di mana setiap pemain hanya diberikan waktu berpikir selama 30 menit.
Total Peserta 123 Orang
Asal Daerah Aceh, Sumut, Riau, Jambi
Total Hadiah Rp17,6 Juta + Trophy
Sistem Pertandingan Swiss 9 Babak (30 Menit/Pemain)
Harapan untuk Masa Depan
Semangat yang berkobar di Metro Kupi diharapkan menjadi pemantik bagi bangkitnya olahraga catur di tanah Sumatra. Dukungan dari Pemko Langsa dan KONI menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam memajukan prestasi olahraga.
"Mudah-mudahan ini bukanlah ajang yang pertama dan terakhir. Kita ingin melihat catur terus hidup dan menjadi wadah edukasi bagi kecerdasan bangsa," pungkas Muliadi.
Dengan langkah-langkah presisi di atas papan catur, Kota Langsa hari ini bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi saksi lahirnya para pemikir tangguh masa depan. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas! []L24.Sai
