Lentera24.com | ACEH TIMUR – Tawa riang anak-anak kembali pecah di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Setelah sempat dilingkupi ...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Tawa riang anak-anak kembali pecah di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Setelah sempat dilingkupi kecemasan akibat bencana banjir, kini semangat mereka bangkit kembali berkat aksi nyata PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) melalui program dukungan psikososial dan bantuan pendidikan pada Minggu (8/2).
Bertepatan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Medco E&P menyasar dua titik lokasi terdampak, yaitu Dusun Bahagia (Desa Pantee Labu) dan Dusun Peulalu (Desa Blang Seunong).
Mengobati Trauma dengan Kegembiraan
Program ini fokus pada trauma healing untuk memastikan kesehatan mental anak-anak pascabencana. Didampingi oleh tenaga medis profesional dari rumah sakit setempat, anak-anak diajak berinteraksi melalui:
Mengajak anak belajar sambil bermain. Menciptakan rasa aman dan nyaman agar mereka melupakan suasana mencekam saat banjir. Membangkitkan keberanian untuk kembali beraktivitas normal.
Dukungan Fasilitas Sekolah
Tak hanya memberikan dukungan moral, Medco E&P juga menyalurkan bantuan fisik berupa perlengkapan sekolah, seperti tas baru untuk anak-anak di Dusun Peulalu. Hal ini dilakukan karena banyak peralatan sekolah warga yang rusak atau hanyut saat banjir melanda.
Leony Lervyn, Senior Manager Communication Medco E&P, menjelaskan bahwa aksi ini adalah cerminan dari budaya K3 yang dianut perusahaan.
"Peringatan Bulan K3 mengingatkan kami bahwa keselamatan adalah budaya yang luas, termasuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin memastikan anak-anak tetap semangat belajar meski baru saja melewati masa sulit," pungkasnya.
Kepala Dusun Bahagia, Fendi, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran tim Medco di desanya. Menurutnya, kehadiran pihak luar yang peduli sangat membantu memulihkan suasana psikologis warga, terutama anak-anak.
"Anak-anak sangat senang bisa bermain bersama lagi. Bantuan tas sekolah itu sangat berarti bagi kami," ujar Fendi.
Berita ini menggarisbawahi bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kesehatan mental (psikososial) generasi muda.[]L24.Zal


