Lentera24.com | SIMEULUE – Pemerintah Desa Angkeo, Kecamatan Teupah Barat, mulai tancap gas mempersiapkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qu...
Lentera24.com | SIMEULUE – Pemerintah Desa Angkeo, Kecamatan Teupah Barat, mulai tancap gas mempersiapkan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat desa. Langkah awal ini ditandai dengan digelarnya rapat musyawarah bersama seluruh elemen masyarakat di balai desa setempat, Senin (23/2/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran aparatur desa, Tuha Peut, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda. Fokus utamanya satu: menyusun strategi agar syiar Islam ini berjalan lebih meriah dan terorganisir dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Poin Penting Hasil Kesepakatan
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, peserta rapat berhasil menyepakati beberapa poin teknis, antara lain:
Manajemen Lomba: Penentuan jadwal pasti dan lokasi panggung utama.
Kategori: Cabang-cabang lomba yang akan dipertandingkan (fokus pada pembibitan usia dini).
Administrasi: Mekanisme pendaftaran yang lebih terbuka bagi seluruh warga desa.
Struktur Panitia: Pembentukan tim pelaksana yang solid untuk mengawal acara.
Lebih dari Sekadar Lomba
Kepala Desa Angkeo, Parman, menegaskan bahwa MTQ tahun ini memiliki misi besar dalam pembangunan karakter generasi muda di wilayahnya.
“MTQ ini bukan sekadar ajang adu bakat atau mengejar piala. Ini adalah sarana syiar Islam dan upaya kita membentengi generasi muda dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Parman saat dikonfirmasi pada Selasa (24/2/2026).
Beliau juga menambahkan bahwa ajang tingkat desa ini akan menjadi bangku seleksi penting. Juara-juara terbaik nantinya akan dibina secara khusus untuk mewakili Desa Angkeo di ajang MTQ tingkat Kecamatan Teupah Barat.
Harapan dan Ukhuwah
Musyawarah ditutup dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Dengan terbentuknya panitia pelaksana, persiapan teknis di lapangan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Melalui persiapan yang matang, Pemerintah Desa Angkeo berharap perhelatan MTQ 2026 tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi (ukhuwah islamiyah) di tengah masyarakat Desa Angkeo.[]L24.DM
