HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Pasca Banjir, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pulihkan Layanan Cuci Darah

Lentera24.com | KARANG BARU – Harapan baru kembali hadir bagi puluhan pasien gagal ginjal di Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah sempat lumpuh...


Lentera24.com | KARANG BARU – Harapan baru kembali hadir bagi puluhan pasien gagal ginjal di Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah sempat lumpuh total akibat terjangan banjir, fasilitas Hemodialisis (cuci darah) di RSUD Muda Sedia kini telah dinyatakan pulih dan beroperasi normal kembali.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Muda Sedia, dr. Andika Putra, bahwa pemulihan unit Hemodialisis merupakan langkah krusial. Sejak 24 Desember 2025, mesin-mesin yang sebelumnya terdampak banjir telah berhasil difungsikan kembali untuk melayani kebutuhan medis masyarakat.

Selama masa darurat banjir, sebanyak 74 pasien yang terdaftar di RSUD Muda Sedia sempat terlunta-lunta. Mereka terpaksa menempuh perjalanan jauh ke berbagai rumah sakit di luar daerah—bahkan hingga melintasi perbatasan Sumatera Utara—demi menjaga kelangsungan terapi hidup mereka.

Hingga saat ini, tercatat baru 23 pasien yang kembali menjalani rutinitas cuci darah di rumah sakit ini.

"Kami telah berupaya memanggil seluruh pasien untuk kembali. Namun, sebagian belum bisa merapat karena kondisi rumah mereka yang masih dalam tahap pembersihan pasca-banjir. Untuk sementara, mereka masih bertahan di luar daerah dan melanjutkan layanan di rumah sakit rujukan terdekat," ujar dr. Andika.

Mengingat sifatnya yang life-saving (menyelamatkan nyawa), layanan Hemodialisis menjadi prioritas utama pemulihan rumah sakit, bersandingan dengan IGD, Rawat Inap, dan Rawat Jalan. Saat ini, fasilitas tersebut beroperasi dengan ketentuan:

Intensitas Layanan melayani 5 hingga 6 pasien setiap harinya.

Waktu Operasional Senin hingga Sabtu secara berkelanjutan.

Fokus Utama Memastikan stabilitas mesin dan kenyamanan pasien pasca-trauma bencana.

"Kami berkomitmen untuk terus memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal. Bagi kami, kembalinya layanan ini bukan sekadar operasional rutin, melainkan upaya memberikan kepastian bagi pasien yang sangat bergantung pada terapi ini," tutup dr. Andika.[]L24.Sai