Murtala Lentera24.com | KARANG BARU – Desakan keras muncul agar Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, segera turun ...
![]() |
| Murtala |
Lentera24.com | KARANG BARU – Desakan keras muncul agar Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, segera turun tangan memantau secara ketat arus masuk dan keluar dana donasi bencana banjir yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Pengawasan melekat dinilai krusial untuk memastikan bantuan kemanusiaan tersebut tidak menjadi "bancakan" oknum pejabat.
Hal ini ditegaskan oleh Murtala Tokoh Pemuda Aceh Tamiang Jumat (16/1/2026), menyikapi besarnya aliran bantuan dari pihak luar Aceh, baik swasta maupun pemkab/pemko diluar aceh yang masuk pasca-banjir melanda wilayah tersebut.
"Kami minta APH, terkhusus Kejaksaan, jangan tidur. Mata dan telinga harus dipasang tajam ke Pemkab. Dana donasi ini rawan sekali 'disunat' atau digeser posnya untuk kepentingan yang tidak mendesak. Jangan sampai ada 'tikus' yang menari di atas penderitaan rakyat yang sedang susah," tegasnya dengan nada tinggi.
Menurutnya, transparansi pengelolaan dana sumbangan di Pemkab Aceh Tamiang saat ini dinilai masih remang-remang. Publik berhak tahu secara rinci berapa total dana yang masuk ke rekening penampungan dan kemana saja uang itu dibelanjakan.
"Jangan hanya sibuk seremonial rapat, terima bantuan sambil senyum-senyum di depan kamera, namun pertanggungjawabannya nol. Ingat, itu uang darah dan air mata korban banjir, bukan uang warisan pejabat yang bisa diatur seenak," sentilnya pedas.
Ia mengingatkan bahwa dalam situasi bencana (force majeure), potensi moral hazard atau penyimpangan moral pejabat sangat tinggi. Dalih "kedaruratan" seringkali dijadikan tameng untuk menabrak aturan pengadaan barang dan jasa atau menggelembungkan (mark-up) harga kebutuhan logistik.
Oleh karena itu, ia menantang APH untuk tidak ragu menyeret siapa saja yang berani bermain-main dengan dana tersebut.
"Hukumnya jelas, korupsi dana bencana ancamannya hukuman mati. Jadi APH jangan lembek. Jika tercium bau amis penyelewengan, sikat habis. Jangan biarkan rakyat Aceh Tamiang yang sudah jatuh tertimpa tangga, malah dikhianati oleh pengelolanya sendiri," pungkasnya.[]L24.Red
