HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Simeulue Timur Tatap Masa Depan: Akselerasi Konektivitas dan ‘Ledakan’ Ekonomi Biru

​Lentera24.com | SIMEULUE TIMUR – Semangat transformasi menyelimuti Aula Kantor Camat Simeulue Timur pada Jumat (27/2/2026). Melalui Musya...


​Lentera24.com | SIMEULUE TIMUR – Semangat transformasi menyelimuti Aula Kantor Camat Simeulue Timur pada Jumat (27/2/2026). Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Pemerintah Kecamatan Simeulue Timur secara resmi memancang komitmen besar: mengubah wajah wilayah melalui penguatan konektivitas dan akselerasi ekonomi biru yang inklusif.

​Bukan sekadar seremonial tahunan, Musrenbang kali ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan ambisi infrastruktur dengan keberlanjutan lingkungan maritim.

Fokus Strategis: Laut Sebagai Motor Utama

​Camat Simeulue Timur, Ali Afwan, menekankan bahwa tema besar tahun ini adalah menjawab tantangan isolasi ekonomi di beberapa titik melalui pembangunan infrastruktur maritim.

​"Kita tidak hanya bicara soal aspal dan semen, tapi soal bagaimana nelayan kita lebih mudah ke pasar dan bagaimana wisatawan bisa dengan nyaman menikmati keindahan bahari kita. Ini adalah inti dari transformasi ekonomi biru," ujar Ali Afwan di depan forum yang dihadiri unsur Muspida, kepala desa, hingga tokoh pemuda.

Pilar Pembangunan yang Diusung:

​Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, terdapat tiga pilar utama yang menjadi skala prioritas untuk tahun anggaran mendatang:

  • Konektivitas Wilayah: Perbaikan akses jalan menuju sentra produksi perikanan dan peningkatan fasilitas pelabuhan untuk memperlancar arus logistik.
  • Transformasi Ekonomi Biru: Pengembangan pariwisata bahari yang terintegrasi dengan perlindungan ekosistem laut, memastikan pertumbuhan ekonomi tidak merusak alam.
  • Layanan Publik Humanis: Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan administrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Sinergi dan Aspirasi Akar Rumput

​Suasana Musrenbang tampak hidup saat perwakilan masyarakat mulai menyampaikan usulan teknis, mulai dari fasilitas pendukung wisata hingga infrastruktur dasar desa. Perwakilan Muspida Kabupaten Simeulue yang hadir turut mengingatkan pentingnya sinkronisasi anggaran agar usulan dari tingkat bawah (bottom-up) bisa selaras dengan kemampuan fiskal daerah.

​Ali Afwan menambahkan bahwa kualitas pembangunan diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan perubahan nyata. "Pembangunan harus inklusif. Artinya, manfaatnya harus dirasakan merata oleh seluruh lapisan, termasuk kelompok perempuan dan pemuda," tegasnya.

Menuju Simeulue Timur yang Berdaya Saing

​Penutupan Musrenbang ini menghasilkan kesepakatan kolektif mengenai program-program prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten. Dengan visi yang tajam pada potensi lokal, Simeulue Timur optimistis mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Simeulue yang mandiri dan berdaya saing global. []L24:DM