Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, S.H Lentera24.com | KARANG BARU – Kesabaran warga Aceh Tamiang kini berada di titik nadir. Menanggapi...
![]() |
| Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, S.H |
Lentera24.com | KARANG BARU – Kesabaran warga Aceh Tamiang kini berada di titik nadir. Menanggapi keresahan masyarakat korban banjir akhir 2025 yang mulai jenuh menunggu janji bantuan, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, S.H., akhirnya angkat bicara. Di tengah ancaman hilangnya kepercayaan publik (public distrust), Fadlon meminta warga tetap tenang dan tidak mudah tersulut provokasi.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas "kontrasnya" realitas di lapangan. Padahal, Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Pasca Banjir Nasional, Tito Karnavian, sebelumnya telah menginstruksikan pemangkasan birokrasi demi pemulihan cepat. Namun, di "Bumi Muda Sedia", proses administrasi yang berbelit-belit justru dirasakan menjadi penghambat utama cairnya bantuan stimulan rumah.
Komitmen Legislatif di Tengah Jeritan Warga
Fadlon menegaskan bahwa DPRK tidak tinggal diam melihat lambannya proses tersebut. Ia memposisikan lembaga legislatif sebagai pengawal utama agar bantuan tidak sekadar menjadi janji di atas kertas.
“Kami meminta seluruh masyarakat agar bersabar dan tetap optimistis. Jangan sampai kita terprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah. Saya tegaskan, DPRK akan mengawal proses ini hingga tuntas. Ini tanggung jawab moral kami!” tegas Fadlon, Selasa (3/3/2026).
Sentilan untuk Birokrasi: Jangan Sampai Rakyat Marah
Meski mengimbau kesabaran, ada "cemeti" tersirat dalam pernyataan Fadlon. Ia menyadari bahwa masyarakat telah cukup bersabar sejak bencana melanda November lalu. Jika jalur birokrasi terus dipersulit dan berbelit-belit, kekhawatiran akan pecahnya kemarahan massa menjadi risiko nyata yang harus segera diantisipasi pemerintah daerah.
Efisiensi yang dijanjikan pemerintah pusat harusnya menjadi cermin bagi pemerintah daerah agar tidak terjebak dalam skema administrasi yang kaku. Pasalnya, rumah yang rusak tidak bisa menunggu selesainya tumpukan berkas yang tak kunjung usai.
Momentum Ramadan sebagai Penyejuk
Mengingat saat ini memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 H, Fadlon mengajak masyarakat untuk mendinginkan suasana dengan memperbanyak ibadah, sembari tetap memantau kerja pemerintah.
“Mari kita jaga suasana kondusif. Dengan hati yang tenang dan penuh kesabaran, insyaallah setiap proses akan berjalan baik. Fokuslah pada ibadah, biarkan kami yang berjuang memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi,” imbuhnya.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah. Jika optimisme yang ditiupkan Ketua DPRK tidak dibarengi dengan aksi nyata pencairan bantuan yang cepat, maka "bom waktu" kekecewaan masyarakat Aceh Tamiang hanya tinggal menunggu saat untuk meledak.[]L24.Sai
