Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Suprianto ST | Dok-Redaksi Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Ketua DPRK Aceh Ta...
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Suprianto ST | Dok-Redaksi
Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Ketua DPRK Aceh Tamiang Suprianto,ST menegaskan bahwa KONI sebagai induk organisasi olahraga tentu akan tetap berupaya meningkatkan prestasi atlet, akan tetapi keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari anggaran dan sesuai kemampuan APBK.
"Memang wajib kita tambah anggarannya, karena kewajiban kita dalam mengembangkan olahraga agar KONI Aceh Tamiang bisa membina atlit secara baik maka daerah harus menambah anggarannya di APBK dengan memperhatikan kemampuan daerah dan sesuai peraturan yang berlaku," ujar Suprianto usai menerima audensi Pengurus KONI dan Perwakilan Pengcab , di ruang Ketua DPRK Aceh Tamiang, Rabu (25/11).
lebih lanjut Suprianto,ST mengatakan banyak atlit- atlit dari Aceh Tamiang yang telah mengharumkan nama Aceh Tamiang baik di tingkat Propinsi maupun Nasional, perlu perhatian terhadap atlit-atlit tersebut.
"Sudah sepatutnya Pemerintah Daerah memperhatikan atlit yang telah berprestasi yang telah mengharumkan nama Aceh Tamiang, jangan sampai ketika even olahraga saja mereka diperhatikan, namun setelah selesai even olahraga perhatian secara berkesinambungan sangat diharapkan, sehingga jangan sampai Atlit Aceh Tamiang yang sudah berprestasi hijrah ke daerah lain dikarenakan minimnya pwrhatian Pemerintah Daerah, solusinya penambahan anggaran pembinaan," tegas Suprianto.
Dengan penambahan anggaran KONI, diharapkan KONI sebagai induk organisasi olahraga dapat melakukan pembinaan atlit Aceh Tamiang secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
Akan tetapi kata Suprianto.ST masih ada cara-cara lain dalam menerobos ketika anggaran di APBK sangat terbatas dengan merangkul semua pihak membantu penganggaran tersebut.
"Bisa memanfaatkan dana CSR, menggandeng pihak swasta yang konsern kepada dunia olahraga di Kabupaten Aceh Tamiang, apa lagi bisa menjadi sponsor," kata Suprianto.
Hal ini bukan menutup sesuatu kemungkinan bisa berhasil mengembangkan olahraga dan menjadi industri dan kenapa tidak KONI bisa mewujudkan impian tersebut dan banyak negara lain yang telah berhasil melakukannya.
Ditambahkannya, dengan adanya solusi ini tentu bisa merangkum anggaran untuk lebih efektif dengan tidak ketergantungan dengan APBK. pungkas Suprianto. []L24-Redaksi
