Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE
FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Ads Place

Nurlif Dianggap Terlalu Intervensi Proses Musda Golkar Tamiang

Lentera 24 .com | ACEH TAMIANG -- Perjalanan Musyawarah Daerah (Musda) - V Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2020 yang digelar pad...

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Perjalanan Musyawarah Daerah (Musda) - V Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2020 yang digelar pada Rabu (22/7/2020) dianggap deadlock oleh para peserta dari Pimpinan Kecamatan.


Foto:T Nurlif
Bahkan sejumlah PK menganggap penundaan Musda sampai jangka waktu yang belum ditentukan tersebut lebih dari sekedar deadlock, melainkan adanya intervensi dari Ketua Pimpinan Daerah (PD) I Provinsi Aceh, TM. Nurlif terhadap proses Musda Golkar Aceh Tamiang.


Seperti yang disampaikan Ketua PK Bendahara, Tarmizi kepada Lentera24. Tarmizi menyebutkan, selaku Ketua PD I Aceh, TM Nurlif dianggap terlalu mencampuri urusan rumah tangga seluruh PK di Aceh Tamiang dalam menentukan pilihan Pimpinan PD II untuk keberlangsungan Partai Golkar di Daerahnya.


"Ketua PD I Aceh telah memaksakan kehendak pribadinya agar kami mengikuti kemauannya untuk memilih seorang Ketua PD II Golkar Aceh Tamiang yang diusungnya," ujar Tarmizi.


Tarmizi juga menyampaikan bahwa Seluruh PK di 12 Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang tidak dapat mengikuti dan menerima kemauan kepentingan politik Nurlif secara pribadi.


"Yang tau bagaimana tentang Golkar di Aceh Tamiang kan kami yang disini. Dan kami juga sangat memahami siapa yang layak untuk kami jadikan pemimpin PD II," imbuh Tarmizi.


Sementara itu, Ketua PD I Partai Golkar Provinsi Aceh, TM Nurlif dikonfirmasi menyebutkan kalau terputusnya jalan Musda Golkar Aceh Tamiang bukan karena menemui jalan buntu. 


"Ini bukan deadlock ya, tetapi penundaan karena ada kesepakatan yang belum ditemukan kata mufakatnya," jelas Nurlif saat ditanya Lentera24 ketika keluar dari ruang Musda.


Nurlif juga mengatakan, kalau penundaan Musda-V tersebut dapat dituntaskan dalam waktu yang tidak lama.


"Partai Golkar kan Partai yang sudah matang," tutup Nurlif.


Ketua PK Sekerak, Yusda juga menyatakan hal sama seperti yang disampaikan Ketua PK Bendahara, Tarmizi.


"Saya orang paling pertama yang all out dari pertemuan dengan Pak Nurlif tadi siang di Pendopo Bupati. Karena saya tidak sepakat dan tidak bisa menerima interfensi Ketua PD I," ujar Yusda. [] L24-002 

Ads Place