Lentera 24.com | ACEH TAMIANG -- Tekad PT Pertamina EP Field Rantau untuk tetap mepertahankan penghargaan Proper emas tga tahun berturut...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Tekad
PT Pertamina EP Field Rantau untuk tetap mepertahankan penghargaan Proper emas
tga tahun berturut ternyata dapat terwujud melalui komitmennya
dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan tanggungjawab sosial dan lingkungan hidup.
Ditahun 2017 ini, Pertamina EP Rantau kebali kembali menorehkan prestasi.
Prestasi dimaksud ditunjukkan lewat keberhasilan Pertamina
EP Asset 1 Rantau Field dengan diraihnya sebuah penghargaan PROPER EmasTahun
2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK), demikian ungkap Legal & Relation
Ast Manager PT Pertamina EP Rantau, Jufri melalui Press Realise yang
dikirim kepada Lentera24, Rabu (27/12/2017).
Disebutkannya, Presiden Direktur Pertamina
EP, Nanang Abdul Manaf, mengatakan bahwa perolehan dua PROPERE mas dari
Rantau Field sebagai hasil kerjakeras dalam
program pengembangan pemberdayaan masyarakat
yang dilaksanakan di seluruh unit usahaPertamina EP di Tanah Air.
“Keberhasilan memperoleh PROPER Emas ini menjadi tantangan bagi Pertamina
EP untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai ketaatan dalam bisnis,
penggunaan sumberdaya alam
yang efisien, dan mengurangi kesenjangan kesejahteraan dengan
program
pemberdayaan masyarakat yang harus terus ditingkatkan,”
ujar Nanang di sela pemberian penghargaan PROPER
di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Disebutkannya, bagi Rantau Field, raihan PROPER Emas tahun 2017 ini merupakan ketigakalinya secara berturut,
," jelasNanang seraya menambahkan PROPER Emas tersebut diserahkan
Wakil Presiden Jusuf Kalla untukPertamina EP Asset
1 Rantau Field dan diterima oleh Direktur Pengembangan Pertamina
EP, John Hisar Simamora.
Sementara itu, Rantau Field Manager, Richard Muthalib,
mengatakan bahwa kerjasama
Rantau Field dengan Yayasan SatuCita
Lestari Indonesia (YSLI) dilakukan melalui beragam kegiatan antara
lain sosialisasi kepada masyarakat dan siswa. Dalam
kerjasama itu, YSLI melakukan patroli penyelamatan Tuntong Laut (Batgur Borneoensis) dan telurnya saat musim bertelur,
serta survei habitat.
Selain itu, pengayaan habitat, penetasan
telur tuntong menjadi tukik hingga proses pembesaran yang selanjutnya dilakukan pelepaskan tukik
tuntong laut di
habitat aslinya, dan penyediaan dokter hewan.
"Spesies Tuntong Laut saat ini mengalami penurunan populasi dan memiliki
status sangat teranca mpunah (critically endangered) dalam daftar merah
IUCN akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya.
Dengan demikian, perlu upaya bersama untuk pencegahan,
penanggulangan, dan pembatasan kerusakan yang disebabkan olehmanusia,
alam, spesiesinvasif, hama dan penyakit,"
sebut Richard.
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
nomor 696 Tahun 2017 tentang hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2016 –
2017, terdapat 1786 perusahaan di seluruh Indonesia yang
memenuhi persyaratan sebagai peserta
program penilaian peringkat kinerja
Perusahaan (PROPER). Imbuhnya lagi, dari jumlah tersebut hanya
19 perusahaan yang memperoleh Penghargaan PROPER Emas.
[] L24-002

