Lentera 24.com | ACEH TAMIANG – Dalam memperingati 13 tahun peristiwa bencana besar gempa dan tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Dalam memperingati 13 tahun peristiwa bencana besar gempa
dan tsunami Aceh pada tanggal
26 Desember 2004-26 Desember 2017, Balai wartawan Persatuan Wartawan Indonesia
(BW-PWI) Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa
(26/12/2017) melakukan kegiatan penanaman 3000 batang pohon mangrove. Penanaman
tumbuhan bakau dimaksud dilaukan di Kampung Sungai Kuruk Tiga Kecamatan
Seruway.
Ketua BW-PWI Kabupaten Aceh Tamiang, Syawaluddin mengatakan,
peristiwa yang menyayat hati saat gempa bumi dan Tsunami itu mengakibatkan
sekitar 500.000 nyawa tewas seketika di sejumlah negara yang terkena tsunami.
Ketua BW-PWI Aceh Tamiang itupun memberikan apresiasi dan penghargaan yang tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman 3000 batang pohon mangrove tersebut.
![]() |
| Ketua BW-PWI Aceh Tamiang, Syawaluddin (berkacamata) turut ambil bagian dalam kegiatan tanam 3000 pohon mangrove, Selasa (26/12/2017) di Sungai Kuruk Tiga, Seruway. [foto: SUPARMIN] |
Oleh karena adanya peristiwa besar tersebut, BW-PWI setempat
melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menyelamatkan alam beserta lingkungan melalui
program kepedulian wartawan terhadap ekosistem laut dan pelestarian lingkungan.
“Kejadian 13 tahun silam pada gempa besar yang disusul bencana dahsyat
tsunami pada Minggu 26 Desember 2004 itu, hingga kini masih meninggalkan kenangan
pilu bagi kita semua. Kita juga masih ingat bagaimana datangnya ombak raksasa yang
meluluhlantakkan kota dan permukiman waktu itu,” ujar Syawaluddin.
Selain untuk membentengi dan penahan lajunya terjangan ombak, hutan
mangrove juga berfungsi untuk mengatasai abrasi serta sebagai benteng utama
kawasan pesisir.
“Eksploitasi yang tak terarah, secara tidak langsung memberikan saran bagi
kita untuk turut berbuat yang diwujudkan dengan kegiatan nyata. Bukan hanya
kata tetapi secara kerja nyata. Kayu yang kita tanam ini juga berfungsi agar tanah
tidak terkikis dan abrasi oleh gerusan air,” terang Syawal.
Ketua BW-PWI Aceh Tamiang itupun memberikan apresiasi dan penghargaan yang tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman 3000 batang pohon mangrove tersebut.
Apresiasi dimaksud diberikan kepada DanPos TNI - AL Seruway, Letda Laut
(PM) Mujiono, Babinsa Koramil Seruway Serda Haniwal, Petugas RPH Seruway Surya
Bakti, S. Hut beserta sejumlah rekannya, Panglima Laut Seruway, Jafar, Pawang
Laut, Hamdan dan para Perangkat Kampung Sungai Kuruk Tiga serta masyarakat setempat
yang telah turut mensukseskan kegiatannya. [] L24-002

