Lentera 24.com | DELISERDANG – Polres Deli menggerebek dan menggeledah tiga rumah warga di Dusun V Desa Pisang Pala Kecamatan Galang, Juma...
Lentera24.com | DELISERDANG – Polres Deli menggerebek dan menggeledah tiga rumah warga di Dusun V Desa Pisang Pala Kecamatan Galang, Jumat (3/11) sekira pukul 06.00 Wib. Dalam penggerebekan yang langsung dipimpin Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigan itu, Kanit II Sat N@rkoba Ipda Joni Damanik nyaris ditikam dengan samurai. Dalam peristiwa itu 14 warga berhasil diamankan dari lokasi penggerebekan.
Informasi dihimpun, penggerebekan itu dilakukan karena Polres Deli Serdang mendapat kabar jika di kawasan Desa Pisang Pala kerap terjadi transaksi n@rkoba. Awalnya delapan personil Sat n@rkoba termasuk Kanit II Ipda Joni Damanik bergerak ke Desa Pisang Pala.
Sebuah pondok yang dipagari kawat duri jadi target penggerebekan. Namun langkah personil Sat n@rkoba tidak mudah untuk menembus ke dalam pondok milik Idrus alias Godek yang terletak di Dusun V Desa Pisang Pala. Karena petugas harus tiarap dari bawah kawat duri dan melompat kawat duri agar bisa masuk kedalam pondok. Dari dalam pondok, petugas mengamankan dua pria berikut sepaket s@bu dan sebutiur pil.
Namun untuk membawa kedua pria yang diamankan dari pondok bukanlah mudah. Personil polisi mendapat hadangan dan lemparan batu dari massa yang spontan berkumpul ketika mendengar teriakan dari dalam pondok.
Massa berteriak agar polisi dikepung saja di lokasi pondok. Bahkan Kanit II Sat n@rkoba Ipda Joni Damanik nyaris ditikam oleh seorang pria dari depannya. Beruntung perwira berpangkat satu balok emas dipundak ini memiliki ilmu beladiri sehingga berhasil mengamankan seorang pria dan sebilah klewang yang nayirs merenggut nyawanya itu.
Melihat situasi yang tidak memungkinkan dan massa kian bertambah menghalangi petugas polisi melakukan penggerebekan maka personil meminta bantuan dari Polsek Galang dan Polres Deli Serdang. Satu jam setelah menggerebek pondok, Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigan bersama ratusan personil tiba di lokasi penggerebekan.
Kehadiran perwira berpangkat dua melati emas dipundak itu semakin menambah kepercayaan diri dan memicu semangat personil Sat N@rkoba untuk melakukan penggeledahan. Situasi yang sebelumnya terkesan memanas menjadi mulai terkendali ketika kehadiran Kapolres Deli Serdang dan personil tambahan yang sebagian menggunakan senjata api laras panjang.
Penggeledahan dilanjutkan ke rumah Malik yang berada di samping rumah Berni yang berdekatan dengan pondok. Sepaket s@bu ditemukan dari rumah Malik namun karena isterinya menjerit-jerit personil Sat N@rkoba tidak ada mengamankan dari rumah tersebut.
Selanjutnya personil polisi menggeledah rumah Berni. Untuk masuk ke lokasi rumah yang dipagari seng dialiri listrik dan dipsang CCTV, petugas polisi terpaksa ekstra hati-hati masuk agar tidak kesetrum. Dari lokasi itu, petugas mengamankan 12 pria berikut alathisap s@bu yang masih berisi s@bu.
Selain itu dari tiga lokasi penggeledahan itu polisi mengamankan sejumlah senj@ta tajam, linggis dan batu yang digunakan melempari anggota polisi. Guna penyelidikan, ke 14 warga berikut barang bukti diamankan ke komando. Adapun ke 14 warga yang diamankan dari tiga lokasi penggerebekan dan penggeledahan yakni Zulham (37) mantan napi kasus narkoba yang pernah dihukum setahun penajra pada 2012 lalu. Indra (23), Jaka (28), Dodi Permana (15), Junedi (31), Andre Gunawan (20), Indra Sanjaya (19), Agam Pramana (21), Erwin (33), Angga (28), Gunawan (35), Binda (24), Heri (22), Hasnul (46).
Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigan didampingi Kasat N@rkoba AKP Erwin Tito dalam keterangan persnya menyebutkan jika warga yang diamankan masih diperiksa. 10 warga yang diamankan sudah positip pengguna n@rkoba, sedangkan empat lagi belum diperiksa hasilnya.
“Zulham dan Indra alias Iin yang melempari polisi dan diduga kuat pelaku bom molotov di lokasi tempat usaha supermarket jika tidak memberikan setoran. Dan jika setoran sudah diberikan, disinyalir digunakan untuk membeli n@rkoba”, sebut Kapolres Deli Serdang.
Seorang Pria dan 2 Wanita Diamankan
Selain melakuka penggerebekan di Desa Pisang Pala, dari lokasi berbeda tepatnya di Kampung Banten Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam, Sat N@rkoba Polres Deli Serdang mengamankan seorang pria dan dua wanita dalam rumah berikut dua gram s@bu.
Adapun yang diamankan itu yakni Suheri (39) warga Jalan Galang kelurahan Cemara, Susiana (30) warga Dusun Kantil Desa Perkebunan Ramunia II Kecamatan Pantai Labu, Yanti Dewi (31) warga Dusun II Kebun Pisang Desa Pisang Pala Kecamatan Galang.
Menurut Suheri, lajang sulung dari tiga bersaudara yang bekerja kernet truk pengangkut cangkang itu mengaku jika dirinya hanya kurir s@bu saja.
“Aku sudah sepekan kurir s@bu, itu milik Dayan dan jika laku harus menyetor seharga Rp 800 ribu per gram. Aku jumpa Dayan di Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam. Hasilnya hanya untuk mengkonsumsi saja daripada beli”, sebut Suheri. [] L24-KABULAN
Informasi dihimpun, penggerebekan itu dilakukan karena Polres Deli Serdang mendapat kabar jika di kawasan Desa Pisang Pala kerap terjadi transaksi n@rkoba. Awalnya delapan personil Sat n@rkoba termasuk Kanit II Ipda Joni Damanik bergerak ke Desa Pisang Pala.
Sebuah pondok yang dipagari kawat duri jadi target penggerebekan. Namun langkah personil Sat n@rkoba tidak mudah untuk menembus ke dalam pondok milik Idrus alias Godek yang terletak di Dusun V Desa Pisang Pala. Karena petugas harus tiarap dari bawah kawat duri dan melompat kawat duri agar bisa masuk kedalam pondok. Dari dalam pondok, petugas mengamankan dua pria berikut sepaket s@bu dan sebutiur pil.
Namun untuk membawa kedua pria yang diamankan dari pondok bukanlah mudah. Personil polisi mendapat hadangan dan lemparan batu dari massa yang spontan berkumpul ketika mendengar teriakan dari dalam pondok.
Massa berteriak agar polisi dikepung saja di lokasi pondok. Bahkan Kanit II Sat n@rkoba Ipda Joni Damanik nyaris ditikam oleh seorang pria dari depannya. Beruntung perwira berpangkat satu balok emas dipundak ini memiliki ilmu beladiri sehingga berhasil mengamankan seorang pria dan sebilah klewang yang nayirs merenggut nyawanya itu.
Melihat situasi yang tidak memungkinkan dan massa kian bertambah menghalangi petugas polisi melakukan penggerebekan maka personil meminta bantuan dari Polsek Galang dan Polres Deli Serdang. Satu jam setelah menggerebek pondok, Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigan bersama ratusan personil tiba di lokasi penggerebekan.
Kehadiran perwira berpangkat dua melati emas dipundak itu semakin menambah kepercayaan diri dan memicu semangat personil Sat N@rkoba untuk melakukan penggeledahan. Situasi yang sebelumnya terkesan memanas menjadi mulai terkendali ketika kehadiran Kapolres Deli Serdang dan personil tambahan yang sebagian menggunakan senjata api laras panjang.
Penggeledahan dilanjutkan ke rumah Malik yang berada di samping rumah Berni yang berdekatan dengan pondok. Sepaket s@bu ditemukan dari rumah Malik namun karena isterinya menjerit-jerit personil Sat N@rkoba tidak ada mengamankan dari rumah tersebut.
Selanjutnya personil polisi menggeledah rumah Berni. Untuk masuk ke lokasi rumah yang dipagari seng dialiri listrik dan dipsang CCTV, petugas polisi terpaksa ekstra hati-hati masuk agar tidak kesetrum. Dari lokasi itu, petugas mengamankan 12 pria berikut alathisap s@bu yang masih berisi s@bu.
Selain itu dari tiga lokasi penggeledahan itu polisi mengamankan sejumlah senj@ta tajam, linggis dan batu yang digunakan melempari anggota polisi. Guna penyelidikan, ke 14 warga berikut barang bukti diamankan ke komando. Adapun ke 14 warga yang diamankan dari tiga lokasi penggerebekan dan penggeledahan yakni Zulham (37) mantan napi kasus narkoba yang pernah dihukum setahun penajra pada 2012 lalu. Indra (23), Jaka (28), Dodi Permana (15), Junedi (31), Andre Gunawan (20), Indra Sanjaya (19), Agam Pramana (21), Erwin (33), Angga (28), Gunawan (35), Binda (24), Heri (22), Hasnul (46).
Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy S Tarigan didampingi Kasat N@rkoba AKP Erwin Tito dalam keterangan persnya menyebutkan jika warga yang diamankan masih diperiksa. 10 warga yang diamankan sudah positip pengguna n@rkoba, sedangkan empat lagi belum diperiksa hasilnya.
“Zulham dan Indra alias Iin yang melempari polisi dan diduga kuat pelaku bom molotov di lokasi tempat usaha supermarket jika tidak memberikan setoran. Dan jika setoran sudah diberikan, disinyalir digunakan untuk membeli n@rkoba”, sebut Kapolres Deli Serdang.
Seorang Pria dan 2 Wanita Diamankan
Selain melakuka penggerebekan di Desa Pisang Pala, dari lokasi berbeda tepatnya di Kampung Banten Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam, Sat N@rkoba Polres Deli Serdang mengamankan seorang pria dan dua wanita dalam rumah berikut dua gram s@bu.
Adapun yang diamankan itu yakni Suheri (39) warga Jalan Galang kelurahan Cemara, Susiana (30) warga Dusun Kantil Desa Perkebunan Ramunia II Kecamatan Pantai Labu, Yanti Dewi (31) warga Dusun II Kebun Pisang Desa Pisang Pala Kecamatan Galang.
Menurut Suheri, lajang sulung dari tiga bersaudara yang bekerja kernet truk pengangkut cangkang itu mengaku jika dirinya hanya kurir s@bu saja.
“Aku sudah sepekan kurir s@bu, itu milik Dayan dan jika laku harus menyetor seharga Rp 800 ribu per gram. Aku jumpa Dayan di Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam. Hasilnya hanya untuk mengkonsumsi saja daripada beli”, sebut Suheri. [] L24-KABULAN
