Lentera 24.com | BATAM -- Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas, Supriyono mengungkapkan, produksi minyak bumi dan gas ( migas)...
Lentera24.com | BATAM -- Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas, Supriyono mengungkapkan, produksi minyak bumi dan gas ( migas) di Indonesia relatif kecil jika dibanding dengan migas impor dari luar negeri. disamping itu, dampak menurunnya harga minyak dunia sangat mempengaruhi perekonomian Nasional.
"Dampak penurunan migas sangat mempengaruhi ekonomi negara dan daerah penghasil juga merasakan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH)," ujar Supriyono, Kamis (2/11/2017) pada agenda kegiatan Edukasi puluhan awak media cetak dan elektronik Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (SKK Migas-KKKS) wilayah Sumbagut di Swiss-belHotel, Batam.
Supriyono mengharapkan media yang memiliki peranan penting dalam penyebaran informasi kepada publik dapat memberitakan hal ini ke masyarakat. bahwa Industri hulu migas memiliki risiko tinggi dan berperan sebagai lokomotif perekonomian nasional.
Pengelolaan masalah sosial dan tanggung jawab sosial industri hulu migas serta perusahaan migas tentang Corporate Social Responsibilities (CSR) dengan program tanggung jawab sosial (TJS) juga menjadi materi penting bagi sejumlah narasumber dalam kegiatan itu.
"Penyaluran CSR itu tidak wajib, tetapi tanggung jawab secara etis, demi menjaga hubungan baik terhadap tetangga dan lingkungan seputaran perusahaan," ujar Budi Minulyo.
Berkaitan dengan CSR dan anjloknya harga minyak dipasar dunia, Pjs. Legal & Relation Asistant Manager Rantau Field, Herisim Sembiring yang juga turut hadir mendampingi sejumlah wartawan ke Batam dikonfirmasi menyatakan, PT Pertamina EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan.
"Sampai saat ini Pertamina Asset I Field Rantau-NAD masih tetap aktif diberbagai kegiatan Ssosial yang berdampak langsung dengan lingkungan," papar Herisim Sembiring.
Bahkan kata Herisim, dengan banyaknya kegiatan sosial dimaksud, pihaknya mendapat PROPER Emas secara berturut sejak tahun 2015 dan 2016. sementara pada tahun 2017 ini, PT Pertamina EP Rantau masih berupaya mengikuti proses peraihan PROPER Emas yang ke tiga.
"PT Pertamina EP mendapatkan peringkat emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja (Proper) Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Asset I Field Rantau secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa dan bertanggung jawab kepada masyarakat," terang Herisim.
Imbuh Herisim, kegiatan yang hingga kini masih dilakukan penanganan serius tersebut yakni pelestarian satwa langkah dilindungi spesies tuntong laut yang bekerjasama dengan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Pembangunan rumah sekolah didaerah terisolir, SMP Swasta dan SMA Swasta Merdeka serta dukungan pelaksanaan pendidikannya di Desa Tampur Paloh Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan yang berhubungan dengan CSR tersebut juga banyak dilakukan terhadap kelompok masyarakat dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti budidaya ikan lele dumbo di Dusun Tanah Berongga Desa Tanjung Seumentok, ternak sapi di Desa Paya Meta serta budidaya jamur merang di Desa Suka Ramai.
Selain itu, di Desa ALur Manis kelompok binaan PT Pertamina EP Rantau juga memberikan bantuannya kepada kelompok pengrajin bordir pakaian dan pemberian mesin alat pengolah pakan ternak kepada kelompok pengrajin limbah pelepah kelapa sawit dan pembuatan tepas. [] L24-002
"Dampak penurunan migas sangat mempengaruhi ekonomi negara dan daerah penghasil juga merasakan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH)," ujar Supriyono, Kamis (2/11/2017) pada agenda kegiatan Edukasi puluhan awak media cetak dan elektronik Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (SKK Migas-KKKS) wilayah Sumbagut di Swiss-belHotel, Batam.
Supriyono mengharapkan media yang memiliki peranan penting dalam penyebaran informasi kepada publik dapat memberitakan hal ini ke masyarakat. bahwa Industri hulu migas memiliki risiko tinggi dan berperan sebagai lokomotif perekonomian nasional.
Pengelolaan masalah sosial dan tanggung jawab sosial industri hulu migas serta perusahaan migas tentang Corporate Social Responsibilities (CSR) dengan program tanggung jawab sosial (TJS) juga menjadi materi penting bagi sejumlah narasumber dalam kegiatan itu.
"Penyaluran CSR itu tidak wajib, tetapi tanggung jawab secara etis, demi menjaga hubungan baik terhadap tetangga dan lingkungan seputaran perusahaan," ujar Budi Minulyo.
Berkaitan dengan CSR dan anjloknya harga minyak dipasar dunia, Pjs. Legal & Relation Asistant Manager Rantau Field, Herisim Sembiring yang juga turut hadir mendampingi sejumlah wartawan ke Batam dikonfirmasi menyatakan, PT Pertamina EP Field Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan lingkungan.
"Sampai saat ini Pertamina Asset I Field Rantau-NAD masih tetap aktif diberbagai kegiatan Ssosial yang berdampak langsung dengan lingkungan," papar Herisim Sembiring.
Bahkan kata Herisim, dengan banyaknya kegiatan sosial dimaksud, pihaknya mendapat PROPER Emas secara berturut sejak tahun 2015 dan 2016. sementara pada tahun 2017 ini, PT Pertamina EP Rantau masih berupaya mengikuti proses peraihan PROPER Emas yang ke tiga.
"PT Pertamina EP mendapatkan peringkat emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja (Proper) Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Asset I Field Rantau secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa dan bertanggung jawab kepada masyarakat," terang Herisim.
Imbuh Herisim, kegiatan yang hingga kini masih dilakukan penanganan serius tersebut yakni pelestarian satwa langkah dilindungi spesies tuntong laut yang bekerjasama dengan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Pembangunan rumah sekolah didaerah terisolir, SMP Swasta dan SMA Swasta Merdeka serta dukungan pelaksanaan pendidikannya di Desa Tampur Paloh Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan yang berhubungan dengan CSR tersebut juga banyak dilakukan terhadap kelompok masyarakat dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti budidaya ikan lele dumbo di Dusun Tanah Berongga Desa Tanjung Seumentok, ternak sapi di Desa Paya Meta serta budidaya jamur merang di Desa Suka Ramai.
Selain itu, di Desa ALur Manis kelompok binaan PT Pertamina EP Rantau juga memberikan bantuannya kepada kelompok pengrajin bordir pakaian dan pemberian mesin alat pengolah pakan ternak kepada kelompok pengrajin limbah pelepah kelapa sawit dan pembuatan tepas. [] L24-002