Lentera 24.com | RIYADH -- Sejak resmi dibentuk pada awal bulan ini, Komite Anti Korupsi Arab Saudi telah menahan puluhan orang terkait dug...
Lentera24.com | RIYADH -- Sejak resmi dibentuk pada awal bulan ini, Komite Anti Korupsi Arab Saudi telah menahan puluhan orang terkait dugaan terlibat kasus korupsi.
Tidak tanggung-tanggung, sejumlah tokoh penting, mulai dari menteri, mantan menteri, para pangeran, hingga pengusaha ditahan komite yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, tersebut.
Berdasarkan laporan dari saluran Televisi Pemerintah Arab Saudi, Al Arabiya, setidaknya ada 11 Pangeran Kerajaan Arab Saudi, empat orang menteri, sejumlah mantan menteri ditangkap oleh Komite Anti Korupsi Arab Saudi. Penangkapan ini pun atas perintah langsung dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, lewat Komite Anti Korupsi Arab Saudi.
Tidak hanya orang di sekitar pemerintahan, sejumlah pengusaha terkenal asal Arab Saudi juga disebut ditangkap oleh Komite Anti Korupsi Arab Saudi tersebut. Kendati begitu, hingga saat ini, pihak Kerajaan Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi terkait penangkapan tersebut.
Namun, ada sejumlah nama pengusaha dan mantan menteri yang disebut-sebut telah ditahan dan beredar di sejumlah media massa. Berikut profil sebagian pengusaha dan menteri yang ditangkap Komite Anti Korupsi Arab Saudi, seperti dilansir Aljazirah, Senin (6/11) WIB:
Alwaleed bin Talal
Dia merupakan salah satu pangeran di Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, Alwaleed merupakan pemilik dari perusahaan investasi raksasa asal Arab Saudi, Kingdom Holding. Alwaleed dan perusahaannya tercatat memiliki saham yang cukup besar di sejumlah firma teknologi dan perusahaan media, mulai dari Lyft, Twitter, Apple, Citigroup, dan News Corp.
Berdasarkan lansiran majalah bisnis, Forbes, kekayaan Alwaaled tercatat mencapai 17 miliar dolar AS dan menjadikan dia sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada 2008, Alwaledd yang memiliki dua kewarganegaraa, Libanon dan Arab Saudi, itu masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time.
Waleed Ibrahim
Waleed Ibrahim adalah nama besar di industri media di Arab Saudi dan Timur Tengah. Dia merupakan pendiri sekaligus Direktur Utama perusahaan grup media, Middle Eastern Broadcasting Company (MBC). MBC merupakan perusahaan media swasta terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Waleed mendirikan MBC pada 1991 silam. Hingga kini, memasuki 26 tahun beroperasi, MBC memiliki 18 channel televisi, yang tersebar di sejumlah negara Timur Tengah.
Waleed dikenal sebagai salah satu sosok yang berhasil merubah wajah industri media di kawasan Timur Tengah. Waleed pun kerap masuk ke dalam daftar 50 pebisnis Arab paling berpengaruh.
Amr-Al Dabbagh
Amr Al Dabbagh merupakan Direktur Utama dari perusahaan, Al Dabbagh Group. Perusahaan yang dibentuk pada 1962 ini adalah korporasi di berbagai bidang usaha dan memiliki cabang di lebih dari 60 negara. Perusahaan ini adalah perusahaan milik keluarga Al Dabbagh, yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi.
Amr Al Dabbagh juga sempat menjabat sebagai Presiden Badan Otoritas Investasi Arab Saudi (SAGIA). Pada 2012, Dabbagh mengundurkan diri dari berbagai jabatan publik, setelah dua periode, masing-masing empat tahun, bekerja sebagai Presiden SAGIA, yang kedudukannya setara dengan menteri.
Pada 2015, Amr Al Dabbagh membangun sebuah universitas yang bersifat filantropi. Universitas tersebut menyediakan kursus gratis lewat internet mengenai kepemimpinan dan manajemen. Kehadiran universitas ini diharapkan bisa membantu merubah kondisi sosial di Arab Saudi.
Saleh Abdullah Kamel
Berdasarkan data dari Majalah Forbes, pendiri dan Direktur Utama dari perusahaan Dallah al Baraka Grup ini memiliki penghasilan bersih mencapai lebih dari dua miliar dolar as. Dallah al Baraka Group merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, makanan, lingkungan, hingga layanan finansial.
Saleh Abdullah Kamel juga menjabat sebagai Al Baraka, sebuah grup bank syariah, yang beroperasi di sejumlah negara Timur Tengah, Indonesia, dan Pakistan.
Ibrahim Al Assaf
Pada saat ditahan, Ibrahim Al Assaf masih menduduki jabatan sebagai Menteri Negara. Ibrahim Al Assaf mulai memangku jabatan tersebut sejak November 2016. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan saat ini masih terdaftar sebagai salah satu komisaris di perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, Aramco.
Pria berusia 68 tahun ini memiliki gelar Doktor di bidang ekonomi dan memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam struktur Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank.
Bakr bin Laden
Dia adalah saudara dari pemimpin Alqaidah, Usamah bin Laden. Bakr bin Laden memiliki saham mayoritas di perusahaan kontruksi, yang berbasis di Jedah, Saudi Binladin Group (SBG).
Perusahaan ini terlibat dalam berbagai proyek konstruksi di Arab Saudi, mulai dari pengembangan Masjidil Haram, hingga renovasi dan pembangunan Bandara Internasional King Abdulaziz. Selain itu, SBG juga membangun bandara di Kairo, Aden, Doha, dan Damaskus.
Khaled al-Mulhem
Nama lengkapnya Khalid Abdullah Abdulaziz bin Abdullah Al-Mulhem. Dia sempat menjabat sebagai Direktur Umum maskapai Saudia Arabia, maskapai nasional Arab Saudi. Sebelum menjabat sebagai Direktur Umum Saudia, Mulhem pernah duduk sebagai Presiden dari perusahaan telekomunikasi Arab Saudi, Saudi Telecom, selama lima tahun.
Saat ini, Khaled al-Mulhem menduduki jabatan penting di perusahaan keluarga, Khaled A Al-Melhem & Bros, yang bergerak di bidang penyedian alat-alat air bersih dan pompa air.
Saud al-Dawish
Dia pernah menjabat sebagai CEO dari perusahaan telekomunikasi Arab Saudi, Saudi Telecom Company (STC). Pada 2012 silam, Saud al-Dawish mundur sebagai CEO STC setelah tiga tahu. [] REPUBLIKA
![]() |
| Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud |
Berdasarkan laporan dari saluran Televisi Pemerintah Arab Saudi, Al Arabiya, setidaknya ada 11 Pangeran Kerajaan Arab Saudi, empat orang menteri, sejumlah mantan menteri ditangkap oleh Komite Anti Korupsi Arab Saudi. Penangkapan ini pun atas perintah langsung dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, lewat Komite Anti Korupsi Arab Saudi.
Tidak hanya orang di sekitar pemerintahan, sejumlah pengusaha terkenal asal Arab Saudi juga disebut ditangkap oleh Komite Anti Korupsi Arab Saudi tersebut. Kendati begitu, hingga saat ini, pihak Kerajaan Arab Saudi belum mengumumkan secara resmi terkait penangkapan tersebut.
Namun, ada sejumlah nama pengusaha dan mantan menteri yang disebut-sebut telah ditahan dan beredar di sejumlah media massa. Berikut profil sebagian pengusaha dan menteri yang ditangkap Komite Anti Korupsi Arab Saudi, seperti dilansir Aljazirah, Senin (6/11) WIB:
Alwaleed bin Talal
Dia merupakan salah satu pangeran di Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, Alwaleed merupakan pemilik dari perusahaan investasi raksasa asal Arab Saudi, Kingdom Holding. Alwaleed dan perusahaannya tercatat memiliki saham yang cukup besar di sejumlah firma teknologi dan perusahaan media, mulai dari Lyft, Twitter, Apple, Citigroup, dan News Corp.
Berdasarkan lansiran majalah bisnis, Forbes, kekayaan Alwaaled tercatat mencapai 17 miliar dolar AS dan menjadikan dia sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada 2008, Alwaledd yang memiliki dua kewarganegaraa, Libanon dan Arab Saudi, itu masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time.
Waleed Ibrahim
Waleed Ibrahim adalah nama besar di industri media di Arab Saudi dan Timur Tengah. Dia merupakan pendiri sekaligus Direktur Utama perusahaan grup media, Middle Eastern Broadcasting Company (MBC). MBC merupakan perusahaan media swasta terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Waleed mendirikan MBC pada 1991 silam. Hingga kini, memasuki 26 tahun beroperasi, MBC memiliki 18 channel televisi, yang tersebar di sejumlah negara Timur Tengah.
Waleed dikenal sebagai salah satu sosok yang berhasil merubah wajah industri media di kawasan Timur Tengah. Waleed pun kerap masuk ke dalam daftar 50 pebisnis Arab paling berpengaruh.
Amr-Al Dabbagh
Amr Al Dabbagh merupakan Direktur Utama dari perusahaan, Al Dabbagh Group. Perusahaan yang dibentuk pada 1962 ini adalah korporasi di berbagai bidang usaha dan memiliki cabang di lebih dari 60 negara. Perusahaan ini adalah perusahaan milik keluarga Al Dabbagh, yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi.
Amr Al Dabbagh juga sempat menjabat sebagai Presiden Badan Otoritas Investasi Arab Saudi (SAGIA). Pada 2012, Dabbagh mengundurkan diri dari berbagai jabatan publik, setelah dua periode, masing-masing empat tahun, bekerja sebagai Presiden SAGIA, yang kedudukannya setara dengan menteri.
Pada 2015, Amr Al Dabbagh membangun sebuah universitas yang bersifat filantropi. Universitas tersebut menyediakan kursus gratis lewat internet mengenai kepemimpinan dan manajemen. Kehadiran universitas ini diharapkan bisa membantu merubah kondisi sosial di Arab Saudi.
Saleh Abdullah Kamel
Berdasarkan data dari Majalah Forbes, pendiri dan Direktur Utama dari perusahaan Dallah al Baraka Grup ini memiliki penghasilan bersih mencapai lebih dari dua miliar dolar as. Dallah al Baraka Group merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, makanan, lingkungan, hingga layanan finansial.
Saleh Abdullah Kamel juga menjabat sebagai Al Baraka, sebuah grup bank syariah, yang beroperasi di sejumlah negara Timur Tengah, Indonesia, dan Pakistan.
Ibrahim Al Assaf
Pada saat ditahan, Ibrahim Al Assaf masih menduduki jabatan sebagai Menteri Negara. Ibrahim Al Assaf mulai memangku jabatan tersebut sejak November 2016. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan saat ini masih terdaftar sebagai salah satu komisaris di perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, Aramco.
Pria berusia 68 tahun ini memiliki gelar Doktor di bidang ekonomi dan memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam struktur Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank.
Bakr bin Laden
Dia adalah saudara dari pemimpin Alqaidah, Usamah bin Laden. Bakr bin Laden memiliki saham mayoritas di perusahaan kontruksi, yang berbasis di Jedah, Saudi Binladin Group (SBG).
Perusahaan ini terlibat dalam berbagai proyek konstruksi di Arab Saudi, mulai dari pengembangan Masjidil Haram, hingga renovasi dan pembangunan Bandara Internasional King Abdulaziz. Selain itu, SBG juga membangun bandara di Kairo, Aden, Doha, dan Damaskus.
Khaled al-Mulhem
Nama lengkapnya Khalid Abdullah Abdulaziz bin Abdullah Al-Mulhem. Dia sempat menjabat sebagai Direktur Umum maskapai Saudia Arabia, maskapai nasional Arab Saudi. Sebelum menjabat sebagai Direktur Umum Saudia, Mulhem pernah duduk sebagai Presiden dari perusahaan telekomunikasi Arab Saudi, Saudi Telecom, selama lima tahun.
Saat ini, Khaled al-Mulhem menduduki jabatan penting di perusahaan keluarga, Khaled A Al-Melhem & Bros, yang bergerak di bidang penyedian alat-alat air bersih dan pompa air.
Saud al-Dawish
Dia pernah menjabat sebagai CEO dari perusahaan telekomunikasi Arab Saudi, Saudi Telecom Company (STC). Pada 2012 silam, Saud al-Dawish mundur sebagai CEO STC setelah tiga tahu. [] REPUBLIKA
