HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Sejak 1998 Aceh Tamiang Mengalami Banjir Sebanyak 38 Kali

Dalam kurun waktu 14 tahun terakhir sejak 1998, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang, dan kota Langsa, telah mengalami banjir sebany...

Dalam kurun waktu 14 tahun terakhir sejak 1998, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang, dan kota Langsa, telah mengalami banjir sebanyak 38 kali, mengakibatkan 36 korban meninggal dunia dan 229.604 orang mengungsi.

Selain itu, 762 rumah rusak berat, dan 480 rumah rusak ringan akibat bencana banjir tersebut. Kejadian terberat terjadi tahun 2005, 2006 hingga 2008 banjir melanda seluruh kabupaten/ kota tersebut.

Dari data informasi bencana indonesia (DIBI) tiga kabupaten/kota di Aceh meliputi kabupaten Aceh Timur, kota Langsa, serta kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah yang rawan terjadi bahaya banjir.

Ancaman bahaya banjir menduduki fase kesiapsiagaan dengan prioritas tinggi, Hal ini terungkap, dalam rapat rencana kontinjensi bencana banjir, antara BPBA dengan sejumlah Instansi terkait, di Sultan Hotel Banda Aceh.  Selasa (5/6).

Hal tersebut harus segera diantisipasi. Salah satunya dengan dikembangkan dalam suatu dokumen perencanaan kontinjensi bencana.

Sistem perencanaan penanggulangan bencana di Aceh dibagi  dalam berbagai zona, yang disebut ZPPBA, sementara ZPPBA disusun untuk empat bencana yang memiliki tingkat risiko tinggi meliputi gempa bumi, Tsunami, banjir, dan gunung berapi.

Dari keempat ancaman bencana tersebut, ancaman bencana Tsunami terlihat memiliki kecenderungan menurun setelah tahun 2004, sedangkan ancaman bencana gempa bumi walau meningkat kecenderungannya, namun masih secara kumulatif terlihat tetap bila dibandingkan 5 tahun terahir.

Sedangkan ancaman bencana letusan gunung api, mengikuti pola perulangan ratusan tahun dan belum memasuki fase perulangan dalam jangka waktu dekat, sementara bahaya banjir menunjukkan kecenderungan peningkatan setiap tahunnya, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.

Untuk menyusun metode antisiapasi dan penanganan bencana tersebut maka dilakukan penyusunan dokumen  rencana kontinjensi operasi tanggap darurat bencana banjir.

Kegiatan penyusunan dokumen tersebut dilakukan BPPBA dengan sejumlah instansi terkait di Aceh yang digelar di Sultan Hotel Banda Aceh. Penyusunan dokumen tersebut juga diharapkan mejadi awal bagi penyusunan perencanaan kontinjensi untuk bencana-bencana prioritas lain baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. | bipnewsroom.info