HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Keude Diamuk Api, Suami Isteri Kritis Terpanggang

Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) Maimuddin (42) dan Nilawati (32), Senin (11/6) sekira pukul 16.15 WIB. Api mengha...

Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) Maimuddin (42) dan Nilawati (32), Senin (11/6) sekira pukul 16.15 WIB. Api menghanguskan keude (kedai-red) kelontong sekaligus dijadikan tempat tinggal keduanya, saat sang suami mengisi bensin ke tanki sepeda motor dan secara tak terduga disambar oleh api kompor.

Maimuddin yang memegang bejana bensin langsung dikepung api yang secara cepat melalap hingga ludes bangunan kedai sederhana berkonstruksi kayu itu. Tindakan heroik dilakukan sang istri Nilawati, yang berjibaku menerobos api menyelamatkan dua buah hatinya, M Ajainal dan Alfa Wahyudi, seperti diakui Muzakkir selaku abang kandung korban, Senin (11/6) siang.

Korban Maimuddin mengalami luka bakar di sekujur tubuh dengan kondisi melepuh combutio grade III atau sangat parah. “Sedangkan, istrinya, mengalami luka bakar pada sebagian besar badan dan raut wajah. Karena luka sangat parah pihak keluarga merujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Zainoel Abidin Banda Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos secaara terspisah mengatakan, dalam insiden tersebut pihaknya mengerahkan tiga unit Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) ke lokasi. “Karena masih tersisa bensin dan tabung gas meledak, sehingga warung yang berkontruksi kayu tersebut ludes terbakar,” tukasnya.

Sementara dari Banda Aceh dilaporkan, sebuah rumah panggung milik Kasum yang kolongnya dijadikan kandang kambing di Dusun Tgk Juned, Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Minggu (10/6) sekitar pukul 23.00 WIB malam terbakar.

Tidak ada korban jiwa saat kejadian itu. Begitujuga sebanyak 18 ekor kambing lari tunggang langgang ketika api menyambar atap rumah tersebut.

Keterangan yang dihimpun, rumah panggung tersebut tidak ada penghuni. Selama ini rumah itu kolongnya dijadikan tempat peliharaan kambing. Di sekitar lokasi terdapat rumah warga lainnya.

Hamdan, warga Peunyerat, Minggu malam, mengaku tidak mengetahui secara jelas kronologi kejadian. Ia saat itu sedang berada di rumah dan mendengar jeritan seorang perempuan bahwa api sudah membakar rumah.

Ia bersama warga sekitar keluar rumah, mengambil air lalu menyiram bangunan yang sedang di lalap api. “Kami kalah cepat, dan api terus menjalar,” ujarnya.

Dari Lhokseumawe dilaporkan, warga Desa Cot Girek Kandang Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Senin (11/6) sekitar pukul 15.00 WIB dipanikkan oleh terbakarnya kebun tebu milik H Dahlan warga setempat. Semua itu karena kobaran api kelihatan terus merambat ke rumah penduduk yang berjarak hanya sekitar 10 meter lagi.

Informasi yang dihimpun, warga mengetahui kebun tebu milik H Dahlan  terbakar saat melihat asap mengepul tebal ke udara. Lalu dipastikan kebun temu H Dahlan  terbakar, peristiwa itu kemudian  memberitahukan pemadam kebakaran. Sementara warga lain berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya karena api terus membesar dan merambat ke arah rumah penduduk, apalagi matahari begitu terik membakar kawasan kandang.

Belakangan empat armada pemadam kebakaran milik Pemko Lhokseumawe, tiba di lokasi, hingga api berhasil dijinakkan.

Sementara itu Komandan Regu Pemadam Wilayah Kota Ridwan Syahputra menyebutkan, petugas kesulitan memadamkan api awalnya karena arah angin berlawanan saat petugas memadamkan api. Namun semuanya akhirnya bisa diatasi. | Serambinews, Foto : Idris Ismail/Prohaba