Sejak dibangun enam tahun lalu, getek penyebrangan dari Desa Tanjung Karang ke Desa Pante Perlak tidak difungsikan. Kondisinya berlump...
Sejak dibangun enam tahun lalu, getek penyebrangan dari Desa
Tanjung Karang ke Desa Pante Perlak tidak difungsikan. Kondisinya berlumpur
dipinggir Sungai Tamiang padahal setiap hari pelajar menyebarangi Sungai
Tamiang menggunakan boat saat ke kesekolah.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir Rusman, yang melihat kondisi getek itu Senin (4/6) kemarin menemukan, getek yang dibuat dari anggaran pemerintah itu tidak bermanfaat bagi warga. Bahkan, warga masih menyeberangi sungai Tamiang menggunakan boat pergi sekolah dan ke ibukota
kabupaten. Penyeberangan sungai Tamiang ini merupakan jalan alternatif bagi
warga karena dekat dibandingkan jalan memutar dari Desa Pangkalan, kondisinya
rusak dan jaraknya juga lebih jauh.
Kata ketua DPRK Aceh Tamiang itu, Dishub harus proaktif mencari jalan keluar agar getek tersebut dapat difungsikan. Disamping itu, sanderan naik turunnya warga menuju getek juga tidak dibangun. “Kan
aneh, ada getek tapi tidak dapat difungsikan karena tak ada
sanderannya,”ujarnya.
Kasubbag program Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Edi Noviar ST mengatakan, getek tersebut dibuat tahun 2006. Tidak difungsikannya getek tersebut karena kondisi sungai Tamiang pascabanjir menjadi dangkal akibat sedimentasi lumpur dijalur penyeberangan getek. | Serambi News
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ir Rusman, yang melihat kondisi getek itu Senin (4/6) kemarin menemukan, getek yang dibuat dari anggaran pemerintah itu tidak bermanfaat bagi warga. Bahkan, warga masih menyeberangi sungai Tamiang menggunakan boat pergi sekolah dan ke ibu
Kata ketua DPRK Aceh Tamiang itu, Dishub harus proaktif mencari jalan keluar agar getek tersebut dapat difungsikan. Disamping itu, sanderan naik turunnya warga menuju getek juga tidak dibangun. “
Kasubbag program Dinas Perhubungan Aceh Tamiang, Edi Noviar ST mengatakan, getek tersebut dibuat tahun 2006. Tidak difungsikannya getek tersebut karena kondisi sungai Tamiang pascabanjir menjadi dangkal akibat sedimentasi lumpur dijalur penyeberangan getek. | Serambi News
