Kabag Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang, Syahrul D, membantah memark up anggaran pembangunan 30 kantor keuhik (datok). Karena anggaran yang ...
Kabag Pembangunan Setdakab Aceh Tamiang, Syahrul D, membantah memark up anggaran pembangunan 30 kantor keuhik (datok). Karena anggaran yang dipakai standar harga kabupaten katogeri bangunan tidak sederhana dan melalui proses melalui tender.
Selasa (20/9), Syahrul D mengatakan, dasar pembangunan kantor datok secara kontruksi menggunakan standar harga kabupaten, bukan di atas harga kabupaten.
Menurutnya, saat itu provinsi juga membuat harga standar namun yang digunakan harga standar Tamiang dan harga kantor datok di bawah harga yang ditentukan provinsi. “Kalau harga pembangunan kantor datok dibandingkan dengan Poskesdes Rp 170 juta, banguan Poskesdes dirancang masuk bangunan sederhana, sementara kantor datok bangunan tidak sederhana,” jelas Syahrul.
Sementara kantor datok banyak ruas, sehingga harganya berbeda dan proses pembangunannya bukan ditunjuk langsung melainkan tender, jadi tidak ada harga mark up didalamnya melaikan kompetisi, persaingan harga antar rekanan. “Tidak ada paket tender mark up harga, karena tender yang digunakan harga paling murah,” ujarnya dan menambahkan, disamping itu, waktu pengerjaan kantor datok juga sangat terbatas hanya 30 hari.
Sebelumnya, Pansus DPRK Aceh Tamiang mensinyalir anggaran pembangunan 30 unit kantor datok penghulu (keuchik) tahun 2010 di mark-up karena pembangunannnya hanya sebatas kontruksi utama. “Aneh sekali, dengan anggaran Rp 174.970.000 pembanguan kantor datok hanya selesai kontruksi utamanya saja, padahal jika dibandingkan dengan proyek Poskesdes jika dana sebesar itu telah siap semuanya,”ujar seorang anggota Pansus DPRK Aceh Tamiang, Mustafa MY Tiba.
Sedangkan untuk menyelesaikan pembangunan kantor Datok itu, seperti pengadaan kosen, pintu, keramik lantai diusulkan pembangunanya pada tahap II dengan anggaran masing-masing unit sebesar Rp 70 juta. Dibandingkan dengan bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), volume 70 meter dengan harga yang sama pembangunannya selesai seluruhnya. (Sumber : Serambi Online).
