Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Penantian panjang keluarga M. Dahlan AF (69) berakhir dengan duka yang menyayat hati. Setelah dinyatakan hil...
Lentera24.com | ACEH TAMIANG – Penantian panjang keluarga M. Dahlan AF (69) berakhir dengan duka yang menyayat hati. Setelah dinyatakan hilang selama lebih dari lima bulan sejak banjir besar melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu, kakek renta yang dikenal gigih mencari nafkah ini ditemukan dalam kondisi yang memilukan.
Pada Minggu malam (5/4/2026), Dusun Pringgan, Desa Pante Perlak, Kecamatan Sekerak mendadak mencekam. Tiga remaja yang sedang menggembala lembu tak sengaja mendongak ke arah dahan pohon rambung (karet). Di sana, di ketinggian sekitar 2,5 meter, mereka menemukan pemandangan yang tak akan pernah mereka lupakan: sesosok jasad yang telah mengering, masih mengenakan singlet putih, tergantung di antara dahan pohon.
Jejak Terakhir Sang Pencari Daun Pisang
Mbah Dahlan bukanlah orang asing bagi warga sekitar. Meski beralamat di Kota Langsa, kesehariannya dihabiskan di ladang labu dan mencari daun pisang di kawasan Sekerak untuk menyambung hidup. Namun, petaka datang pada 26 November 2025. Banjir bandang hidrometeorologi yang dahsyat menerjang kawasan tersebut.
Sejak hari itu, sosok Mbah Dahlan raib ditelan arus. Keluarga dan masyarakat telah berulang kali menyisir setiap sudut hutan dan aliran sungai, namun nihil. Ternyata, alam menyimpan rahasia pilu; tubuh renta itu diduga terseret derasnya air banjir dan tersangkut di dahan pohon karet hingga air surut, meninggalkannya sendirian di sana selama berbulan-bulan.
Kepulangan yang Tak Lagi Sama
Tim Inafis Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Aceh Tamiang yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP. Jarak jasad dari ladang milik korban hanya terpaut sekitar 30 meter—sebuah jarak yang begitu dekat, namun terasa begitu jauh bagi keluarga yang mencarinya selama ini.
Pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mbah Dahlan murni menjadi korban keganasan bencana alam yang melanda akhir tahun lalu.
Keikhlasan di Balik Air Mata
Suasana haru pecah saat pihak keluarga tiba untuk menjemput jenazah. Istri korban, Nur Asma Abdullah, dengan ketegaran luar biasa, menolak dilakukan autopsi. Baginya, bisa membawa pulang jasad sang suami untuk dimakamkan dengan layak adalah sebuah akhir dari pencarian yang menyiksa batin.
"Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah," ungkap laporan kepolisian setempat.
Sekira pukul 21.30 WIB, menggunakan mobil Rescue BPBD Aceh Tamiang, jenazah Mbah Dahlan akhirnya "pulang" ke rumah duka di Dusun Melati, Desa Sungai Pauh, Langsa Barat. Rencananya, almarhum akan dikebumikan di TPU Sungai Paoh.
Kini, pohon rambung di Dusun Pringgan itu menjadi saksi bisu perjuangan seorang lelaki tua melawan amukan alam, yang akhirnya kembali ke pelukan keluarga meski dalam keadaan tak bernyawa. Selamat jalan, Mbah Dahlan.[]L24.Sai
