HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Peran Pengiriman dalam Memastikan Kehalalan Pangan: Usulan Aplikasi Pengelolaan Logistik Halal dan Non-Halal

Lentera24.com - Seiring dengan berkembangnya industri pangan, isu kehalalan produk pangan menjadi semakin penting, khususnya bagi umat Musl...



Lentera24.com - Seiring dengan berkembangnya industri pangan, isu kehalalan produk pangan menjadi semakin penting, khususnya bagi umat Muslim yang memerlukan makanan dan bahan pangan yang sesuai dengan ajaran agama. Pengiriman pangan, yang merupakan tahap terakhir dalam proses distribusi produk, seringkali menjadi titik rawan yang mempengaruhi status kehalalan pangan tersebut. Seringkali, produk pangan halal dan non-halal dikirim bersama tanpa adanya pembatasan atau pengawasan yang ketat, yang berpotensi mengkontaminasi pangan halal dan menyebabkan hilangnya status kehalalannya. Keadaan ini menjadi perhatian utama, mengingat pentingnya memastikan bahwa pangan yang sampai ke konsumen tetap terjaga kehalalannya.

Meskipun ada berbagai peraturan yang mengatur produksi dan pengemasan pangan halal, tidak banyak perhatian diberikan pada pengiriman dan distribusi pangan tersebut. Dalam praktiknya, proses pengiriman sering dilakukan tanpa pemisahan yang jelas antara produk halal dan non-halal, serta tanpa pengawasan ketat. Kesenjangan ini menciptakan potensi terjadinya kontaminasi silang, yang dapat merusak integritas kehalalan produk pangan.

Untuk memastikan kehalalan pangan hingga sampai ke konsumen, penulis berpendapat bahwa diperlukan sebuah aplikasi khusus yang dapat mengelola dan memisahkan pengiriman pangan halal dan non-halal, dengan memberikan syarat ketat mengenai pengemasan dan ketentuan label yang jelas.


Tinjauan Pustaka / Landasan Teori

Dalam pembahasan ini, terdapat beberapa konsep dasar yang menjadi landasan dalam memahami pentingnya pengiriman pangan halal melalui sistem logistik yang terjamin, yaitu:

Kehalalan Pangan: Pangan yang sesuai dengan syariat Islam, tidak mengandung bahan haram dan diproses dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama.

Logistik Halal: Proses distribusi pangan halal yang menjamin tidak terjadinya kontaminasi silang dengan bahan pangan non-halal sepanjang proses pengiriman.

Aplikasi Halal Logistics: Sebuah platform berbasis teknologi yang mengelola seluruh aspek distribusi pangan halal, termasuk pengemasan, label, dan pemisahan antara pangan halal dan non-halal.

Menurut Hassan et al. (2021), sistem manajemen rantai pasok halal harus mencakup seluruh aspek dari produksi hingga pengiriman, dengan perhatian khusus pada traceability dan integritas kehalalan produk. Salah satu aspek penting yang sering terabaikan adalah pengiriman, yang harus diatur dengan prosedur ketat agar kehalalan produk tetap terjaga (Hassan et al., 2021). Dalam hal ini, penggunaan aplikasi logistik halal yang mengelola pengiriman secara digital menjadi solusi yang menjanjikan untuk memastikan kehalalan pangan yang terdistribusi secara efisien.


Argumentasi dan Pembahasan:

Proses pengiriman pangan dapat mempengaruhi kehalalan produk karena beberapa alasan. Pertama, tanpa pemisahan yang jelas antara pangan halal dan non-halal, ada risiko kontaminasi silang. Sebagai contoh, jika makanan halal dikirim bersamaan dengan makanan yang mengandung bahan haram, misalnya daging babi, maka kehalalan produk pangan halal tersebut dapat dipertanyakan. Pengemasan yang tidak memadai juga dapat memperburuk masalah ini, terutama jika wadah atau kendaraan pengiriman tidak terpisah dengan baik atau tidak bersih.

Sebagai upaya mengatasi masalah ini, penggunaan aplikasi logistik halal yang berfokus pada pemisahan dan pengawasan pengiriman pangan halal menjadi sangat penting. Aplikasi ini akan memisahkan pengiriman produk halal dan non-halal, serta menetapkan syarat ketat mengenai pengemasan dan label. Hal ini sejalan dengan rekomendasi yang diberikan oleh Hassan et al. (2021), yang menyatakan bahwa aplikasi semacam ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kehalalan pangan yang mereka terima, serta memastikan bahwa pangan tetap terjaga integritas kehalalannya sepanjang proses pengiriman.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Shamsudin et al. (2020) menunjukkan bahwa pengemasan yang tepat dan penggunaan sistem pemisahan dalam pengiriman dapat mengurangi risiko kontaminasi silang. Dengan menggunakan aplikasi yang mengelola logistik halal, data mengenai status kehalalan produk dan pengemasan dapat diakses secara langsung oleh konsumen, yang meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam sistem distribusi pangan halal.

Di Indonesia, di mana populasi Muslim sangat besar, penting untuk memanfaatkan teknologi untuk menjaga kehalalan pangan. Aplikasi pengelolaan logistik halal ini akan sangat relevan mengingat besarnya permintaan terhadap produk halal dan ketatnya pengawasan kehalalan yang diharapkan oleh konsumen. Selain itu, teknologi ini dapat mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal dalam memastikan kehalalan pangan, seperti kewajiban untuk memastikan bahwa semua bahan pangan dipisahkan sesuai dengan syariat.

Penting untuk mengakui bahwa pengiriman pangan dapat mempengaruhi kehalalan produk. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi teknologi yang memfokuskan pada pengelolaan logistik halal. Aplikasi yang mengelola pemisahan pengiriman pangan halal dan non-halal, dengan ketentuan pengemasan dan label yang ketat, dapat mengatasi masalah kontaminasi silang yang sering terjadi dalam pengiriman pangan.

Rekomendasi penulis adalah untuk mengembangkan dan menerapkan aplikasi logistik halal yang dapat mengelola pemisahan pangan halal dan non-halal, serta menyediakan fitur untuk memverifikasi kehalalan produk sepanjang rantai distribusi. Aplikasi ini harus memfasilitasi pemisahan fisik dan digital antara produk halal dan non-halal, serta memberikan sertifikasi dan label yang jelas pada setiap produk.

Penulisan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dalam bidang halal supply chain management, khususnya pada penggunaan teknologi untuk mengelola logistik halal dan non-halal. Selain itu, penelitian ini dapat membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut mengenai penerapan aplikasi digital dalam rantai pasok pangan halal.(*)

Oleh: Kamila Chalisa F.R. dan Aurel Naswa Salsabila Mahasiswa Semester 4
Prodi Teknologi Pangan
Fakultas Pertaniat Pertenakan
Universitas Muhammadiyah Malang

Daftar Pustaka

Hassan, M. S., Ali, S. A., & Rahman, M. M. (2021). Halal Supply Chain Management: A Review on Food and Beverage Industry. Journal of Islamic Marketing, 13(3), 334-350. 

Shamsudin, M. F., Zahari, M. S., & Saad, R. (2020). Ensuring Halal Integrity in Food Supply Chains: The Role of Traceability and Packaging. International Journal of Supply Chain Management, 9(5), 108-115. https://www.ijscm.com