Lentera24.com | ACEH TIMUR – Mengambil momentum hangatnya suasana Idul Fitri 1447 H, barisan tokoh pemuda Gampong Julok Tunong menggelar ag...
Lentera24.com | ACEH TIMUR – Mengambil momentum hangatnya suasana Idul Fitri 1447 H, barisan tokoh pemuda Gampong Julok Tunong menggelar agenda Halal Bi Halal yang melampaui sekadar tradisi seremonial. Bertempat di salah satu kafe di bilangan Julok Tunong, Aceh Timur, Kamis (26/3), pertemuan ini bertransformasi menjadi forum diskusi kritis namun harmonis dalam membedah isu-isu sosial terkini.
Kegiatan yang dihadiri oleh lintas generasi pemuda ini berlangsung cair. Di balik meja kopi, tawa sapa saling memaafkan berbaur dengan gagasan-gagasan segar mengenai masa depan desa. Fokus utamanya jelas: mengembalikan peran pemuda sebagai lokomotif perubahan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Menuju Dua Dekade Santunan Anak Yatim
Salah satu poin krusial yang mencuat dalam diskusi adalah konsistensi aksi kemanusiaan. Faisal, salah satu tokoh pemuda setempat, menekankan bahwa energi pemuda harus dikonversi menjadi solusi nyata, bukan sekadar wacana.
"Kita ingin momentum ini menjadi ruang penyatuan visi. Bukan hanya ajang kumpul-kumpul, tapi wadah melahirkan gagasan konkret untuk kemajuan gampong, terutama mempersiapkan agenda besar kita: santunan yatim piatu yang akan memasuki usia dua dekade," tegas Faisal.
Kolaborasi dan Keharmonisan Sosial
Selain membahas agenda rutin, forum ini juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis antara pemuda dan Pemerintah Gampong. Para peserta menyepakati bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sosial-keagamaan agar keharmonisan masyarakat tetap terjaga.i:
Aktivasi Peran Sosial: Meningkatkan sensitivitas pemuda terhadap masalah kemiskinan dan kesejahteraan di lingkungan terdekat.
Sinergi Pemerintah: Memperkuat komunikasi dengan aparatur gampong dalam eksekusi program pembangunan berbasis masyarakat.
Solidaritas Lintas Generasi: Menjaga kekompakan antar pemuda sebagai benteng pertahanan sosial di Julok Tunong.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kolektif untuk menjadikan solidaritas sebagai fondasi utama dalam menjaga marwah dan kemajuan Gampong Julok Tunong. Di tengah dinamika zaman, para pemuda ini membuktikan bahwa silaturahmi adalah bahan bakar terbaik untuk menggerakkan perubahan positif. [] L24. Zal
