Ferula Naila Berlianda Maharani Semester 6 Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universit...
Lentera24.com | Aceh Tamiang – Pasca musibah banjir, akses terhadap air bersih menjadi tantangan nyata bagi warga, tak terkecuali bagi siswa sekolah. Menanggapi hal tersebut, mahasiswi KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berinisiatif menggelar edukasi sekaligus praktik filtrasi air sederhana di SD Negeri Rantau Pakam (21/01/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan sebuah langkah nyata dalam memperkuat literasi sains lingkungan sejak dini.
Sedikitnya 25 siswa kelas VI diajak terjun langsung menjadi "ilmuwan cilik". Menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, para siswa merakit alat filtrasi mandiri menggunakan:
- Botol plastik bekas sebagai wadah utama.
- Pasir dan kerikil untuk menyaring partikel kasar.
- Arang sebagai penyerap bau dan kotoran.
- Tisu dan kapas sebagai penyaring tahap akhir.
"Saya jadi tahu kalau air kotor bisa disaring supaya lebih bersih sebelum dipakai," ujar salah satu siswa dengan antusias saat melihat air yang tadinya keruh perlahan berubah menjadi lebih jernih.
Sinergi Lintas Ilmu demi SDGs
Program ini merupakan buah pemikiran mahasiswi Pendidikan Biologi UNY, Ferula Naila Berlianda Maharani. Dengan menggabungkan pemahaman biologis tentang sanitasi dan metode pengajaran yang ramah anak, pesan mengenai pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tersampaikan dengan efektif.
Kegiatan ini secara langsung mendukung dua target global Sustainable Development Goals (SDGs):
Tujuannya Air Bersih dan Sanitasi Layak: Memberikan edukasi praktis penanganan krisis air.
Tujuan Pendidikan Berkualitas: Menghadirkan pembelajaran kontekstual yang aplikatif, bukan sekadar hafalan.
Harapan untuk Keberlanjutan
Dukungan penuh dari pihak sekolah dan antusiasme tinggi para siswa menunjukkan bahwa edukasi lingkungan sangat dinantikan. Tim KKN berharap keterampilan sederhana ini tidak berhenti di sekolah, tetapi dibawa pulang ke rumah masing-masing sebagai solusi mandiri bagi keluarga.
Melalui setetes ilmu ini, mahasiswi Pendidikan Biologi UNY membuktikan bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari botol bekas dan semangat untuk berbagi.[]L24.Red


