HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Metode Systematic

Axel Afra Saputra Mahasiswa Semester 1  Fakultas Teknik  Program studi Teknik Industri S-1  Universitas Pamulang Lentera24.com - The layout...

Axel Afra Saputra Mahasiswa Semester 1 Fakultas Teknik Program studi Teknik Industri S-1 Universitas Pamulang


Lentera24.com - The layout arrangement in production facilities is an important factor that affects the effectiveness of the manufacturing process. A suboptimal layout can result in long material movement distances, increased processing times, and continuously rising operational costs. This study aims to analyze and improve the layout of production facilities using the Systematic Layout Planning (SLP) method. This method was chosen because it provides a systematic approach to redesigning layouts based on the relationships between activities, material flow, and space requirements. The analysis results indicate that the application of the SLP method can reduce material movement distances and significantly improve production process efficiency.

Abstrak

Pengaturan tata ruang dalam fasilitas produksi merupakan faktor penting yang memengaruhi efektivitas proses manufaktur. Sebuah tata ruang yang tidak ideal bisa menyebabkan jarak perpindahan material menjadi panjang, waktu yang dibutuhkan untuk memproses menjadi t inggi, serta biaya operasional yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan perbaikan tata ruang fasilitas produksi dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP). Metode ini dipilih karena memberikan pendekatan yang sistematis dalam merombak tata ruang berdasar hubungan antar kegiatan, aliran material, dan kebutuhan ruang. Hasil analisis mengindikasikan bahwa penerapan metode SLP dapat menurunkan jarak perpindahan material dan secara signifikan meningkatkan efisiensi proses produksi.

Pendahuluan

 Di sektor industri manufaktur, persaingan yang semakin ketat memaksa perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas demi mempertahankan posisi kompetitif. Salah satu faktor penting yang dapat menyebabkan inefisiensi adalah pengaturan tata ruang fasilitas produksi. Layout yang dirancang dengan buruk bisa mengakibatkan aliran material yang tidak efisien, waktu tunggu yang panjang, serta pemborosan sumber daya manusia. Bidang Teknik Industri memainkan peran penting dalam analisis dan perancangan sistem kerja yang efektif, termasuk dalam perancangan tata letak fasilitas produksi. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Systematic Layout Planning (SLP). Metode ini dirancang untuk membantu para perancang dalam membuat layout secara sistematis berdasarkan analisis hubungan antara aktivitas, aliran material, dan kebutuhan ruang. Artikel ini membahas pelaksanaan metode SLP dalam rangka mengoptimalkan tata ruang fasilitas produksi dengan tujuan mengurangi jarak perpindahan material, memperlancar aliran proses, serta menekan biaya operasional.

Landasan Teori

Tata Letak Fasilitas Produksi

Tata letak fasilitas produksi adalah susunan lokasi dari mesin, alat, area kerja, serta fasilitas pendukung lain dalam suatu ruang produksi. Tujuan utama dari perancangan tata ruang fasilitas adalah untuk menciptakan aliran material yang efisien, meminimalkan jarak pergerakan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan saat bekerja. Tata letak yang tepat dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi waktu proses, dan menekan biaya produksi. Sebaliknya, tata letak yang kurang baik bisa mengakibatkan pemborosan atas waktu, energi, dan sumber daya.

Systematic Layout Planning (SLP)

Systematic Layout Planning adalah metode untuk mendesain tata letak secara sistematis dan bertahap. Metode ini memperhatikan dekat tidaknya hubungan antar aktivitas, aliran material, serta kebutuhan ruang. Langkah-langkah utama dalam metode SLP terdiri dari analisis aliran material, penyusunan Activity Relationship Chart (ARC), pembuatan Activity Relationship Diagram (ARD), hingga perancangan alternatif untuk layout.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini melakukan pendekatan studi kasus pada sebuah perusahaan di bidang manufaktur. Data yang diambil meliputi jenis dan urutan proses produksi, jarak pergerakan material antara stasiun kerja, waktu proses, serta ukuran area yang tersedia. 

Metode Systematic Layout Planning digunakan sebagai instrumen utama dalam perancangan tata ruang. Tahapan penelitian terdiri dari: 

1. Penentuan masalah pada layout awal 

2. Evaluasi aliran bahan dan proses manufaktur 

3. Pembuatan Activity Relationship Chart (ARC) 

4. Penggambaran Activity Relationship Diagram (ARD) 

5. Desain dan penilaian alternatif layout baru

Hasil dan Pembahasan

Dari analisis layout awal, terungkap bahwa aliran bahan tidak berjalan dengan baik dan jarak antara stasiun kerja cukup panjang. Hal ini berdampak pada peningkatan durasi produksi dan beban kerja operator. Dengan menyusun ARC, ditentukan kedekatan antar aktivitas berdasarkan aliran material, urutan proses, dan tingkat interaksi. Aktivitas dengan hubungan yang sangat penting ditempatkan berdekatan dalam layout yang baru. Selanjutnya, ARD digunakan untuk menggambarkan hubungan ini dalam bentuk diagram. Desain layout baru menunjukkan adanya pengurangan jarak pemindahan material yang signifikan. Aliran proses menjadi lebih teratur dan mudah untuk dikendalikan. Selain itu, durasi pemindahan material dapat dipersingkat, sehingga total waktu produksi menjadi lebih efisien. Perubahan layout juga memberikan kemudahan bergerak yang lebih baik bagi operator, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan kerja.

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa tata letak fasilitas produksi sangat penting untuk efisiensi dan kelancaran proses produksi. Layout awal yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan jarak pemindahan material yang jauh, aliran proses yang t idak teratur, serta meningkatnya waktu dan biaya operasional. Penggunaan metode Systematic Layout Planning (SLP) memberikan pendekatan sistematik dalam menilai hubungan antar aktivitas dan kebutuhan ruang, sehingga memungkinkan desain layout yang lebih efektif. 

Hasil dari desain layout baru menunjukkan perbaikan pada aliran material yang lebih teratur dan terintegrasi. Jarak pemindahan material bisa diperkecil, waktu proses menjadi lebih efisien, dan kenyamanan serta keselamatan kerja operator meningkat. Dengan demikian, metode SLP terbukti menjadi alat yang efektif untuk mengoptimalkan tata letak fasilitas produksi dan pantas diterapkan pada perusahaan manufaktur yang ingin meningkatkan kinerja operasionalnya.

Saran

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengkombinasikan metode Systematic Layout Planning (SLP) dengan metode kuantitatif lainnya, seperti algoritma CRAFT atau simulasi sistem, agar hasil desain tata letak menjadi lebih optimal dan terukur. Selain itu, perusahaan disarankan agar secara rutin mengevaluasi tata letak untuk memastikan bahwa tata letak tetap relevan dengan perubahan volume produk, jenis produk, dan perkembangan teknologi.(*)


Daftar Pustaka

Apple, J. M. (1990). Tata Letak Pabrik dan Penanganan Material. New York: John Wiley and Sons. 

Heizer, J. , Render, B. , dan Munson, C. (2017). Manajemen Operasi: Keberlanjutan dan Manajemen Rantai Pasokan. Boston: Pearson Education. 

Muther, R. (1973). Perencanaan Tata Letak Sistematis. New York: McGraw-Hill. Wignarajah, S. , dan Gunarso, S. (2016). Analisis Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP). Jurnal Teknik Industri, 11(2), 45–52. 

Zainal, A. , dan Prasetyo, Y. (2019). Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Produksi untuk Meningkatkan Efisiensi Aliran Material. Jurnal Rekayasa Industri, 14 (1), 1–9.