Jakarta, LENTERA24.COM - Kabar mundurnya Rahayu Saraswati dari kursi DPR RI bukan sekadar peristiwa politik biasa, melainkan sebuah kehilan...
Jakarta, LENTERA24.COM - Kabar mundurnya Rahayu Saraswati dari kursi DPR RI bukan sekadar peristiwa politik biasa, melainkan sebuah kehilangan bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda Indonesia. Rahayu Saraswati selama ini dipandang sebagai salah satu figur muda yang mampu menjembatani aspirasi rakyat dengan gagasan-gagasan segar, serta menghadirkan semangat baru dalam politik nasional.
Kehadiran sosok seperti Rahayu di parlemen adalah bukti bahwa anak muda memiliki kapasitas yang sama besarnya untuk ikut menentukan arah bangsa. Koordinator Rembuk Pemuda Jakarta, Adli Hamid Ibrahim, menilai mundurnya beliau berarti hilangnya salah satu tongkat estafet keterwakilan pemuda di Senayan yang selama ini berperan menginspirasi generasi muda untuk tidak alergi pada politik.
“Dengan mundurnya kak Rahayu Saraswati, kita kehilangan salah satu suara penting anak muda di Senayan. Beliau adalah figur dan role model yang menunjukkan bahwa anak muda mampu hadir dengan gagasan progresif dan integritas dalam berpolitik,” ujar Adli Hamid Ibrahim, Koordinator Rembuk Pemuda Jakarta, Minggu 14 September 2025.
Koordinator Rembuk Pemuda Jakarta menyebutkan bahwa kehadiran anak muda di parlemen merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan zaman. Minimnya representasi anak muda di lembaga legislatif dapat berdampak pada kurangnya keberpihakan kebijakan terhadap kepentingan generasi masa depan.
“Rahayu Saraswati adalah simbol harapan dan representasi pemuda, bahwa anak muda bisa tampil bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga pengambil keputusan. Ketika beliau mundur, kita kehilangan salah satu suara yang menyuarakan keberanian, keadilan, dan masa depan anak muda Indonesia,” ujar Adli Hamid Ibrahim, Koordinator Rembuk Pemuda Jakarta, Minggu 14 September 2025.
Mundurnya Rahayu Saraswati sekaligus menjadi alarm bagi partai politik, pemerintah, dan masyarakat luas untuk memastikan bahwa ruang-ruang keterwakilan anak muda harus terus muncul lewat setiap sektor. Keberanian Rahayu Saraswati untuk menapaki jalannya di politik sudah menjadi inspirasi bagi lebih banyak anak muda lain untuk progresif dalam berporses, kreatif dalam berjuang dan jujur dalam bertindak.
“Kami menyerukan agar momentum ini menjadi refleksi kolektif. Anak muda tidak boleh hanya jadi objek politik, melainkan harus diberi ruang luas untuk menjadi subjek, pelaku, dan penentu masa depan bangsa,” tegas Adli Hamid Ibrahim, Koordinator Rembuk Pemuda Jakarta, Minggu 14 September 2025.
Pertimbangan dan alasan pasti selalu ada dalam setiap langkah politik yang diambil. Namun, mundurnya Rahayu Saraswati memunculkan rasa kehilangan yang mendalam. Rembuk Pemuda Jakarta berharap integritas, perjuangan dan kepedulian sosok Rahayu Saraswati tidak berhenti sejak pengunduran dirinya. Karena semangat ini perlu terus disuarakan, agar ini menjadi teladan bagi setiap generasi muda untuk berani berperan aktif, bersuara dan selalu berpihak kepada masyarakat dengan berorientasi untuk terus menghadirkan kebermanfaatan yang nyata.[]

