HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Mitos Atau Fakta Minum Obat Tidak Boleh dengan Susu

Indri Wahyu Saputri, Mahasiswa Semester 6  Fakultas Olahraga dan Kesehatan Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo Lentera24.com - Pe...

Indri Wahyu Saputri, Mahasiswa Semester 6  Fakultas Olahraga dan Kesehatan Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo

Lentera24.com - Penelitian Olivia (2018), menyatakan bahwa cara minum obat yang terjadi di sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu dengan mencari media lain selain air, seperti makanan atau minuman yang dapat membantu mengurangi rasa pahit saat mengkonsumsi obat, seperti susu dan  pisang.


Saat mengonsumsi obat dengan media selain air seperti susu, kemungkinan besar obat yang diminum tidak akan bereaksi, karena dihambat oleh susu sehingga sakit yang diderita justru terasa lebih lama, kalsium yang terdapat dalam susu juga mengganggu penyerapan obat. Kalsium yang dikandung dalam susu bisa membentuk ikatan dengan zat-zat dalam beberapa obat dan menghalangi penyerapan oleh lambung, contohnya seperti obat tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam antibiotik untuk flu (Marina, 2011).


Pemberian antibiotik bersama dengan produk susu dapat menyebabkan penurunan efektivitas dan penyerapan antibiotik serta pemberian antibiotik dengan asupan makanan dapat memengaruhi efektivitas antibiotik. Susu dan pisang dapat memengaruhi efektivitas antibiotik. Hindari pemberian antibiotik dengan produk susu yang kaya sumber ion divalent, seperti kalsium dan magnesium yang kompleks dengan beberapa antibiotik dan menghambat absorsi obat tersebut (Bushra et al., 2012).


Menurut Katzung (2004), pemakaian tetrasiklin bersama-sama dengan susu atau makanan yang mengandung ion kalsium, magnesium atau ion besi dapat mengurangi absorpsi karena pembentukan khelat yang tak larut. Susu menurunkan absorpsi tetrasiklin sebesar 65%, dan makanan sebesar 46% (Leyden, 1985).


Selain tetrasiklin, antibiotik ciprofloxacin juga memiliki interaksi jika diminum dengan susu, interaksi ini termasuk dalam interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi karena kalsium yang terdapat pada susu akan membentuk senyawa kompleks molekul besar dengan golongan obat fluorokuinolon, sehingga sama sekali tidak bisa diabsorpsi dan tidak akan menimbulkan efek, interaksi ini juga menurunkan bioavaibilitas dari ciprofloxacin (Papai, 2010).


Namun, minum obat dengan susu tidak selamanya menyebabkan interaksi antara obat dengan susu. Ada beberapa obat yang justru penggunaannya dianjurkan untuk diminum dengan susu, seperti contohnya Ibuprofen, aspirin dan steroids. Susu dapat mengurangi efek samping dari obat-obat tersebut, seperti iritasi lambung dan gangguan pencernaan.  Beberapa NSAID (ibuprofen, naproxen, ketoprofen, dan lain-lain) dapat menyebabkan iritasi pada lambung sehingga sebaiknya diminum dengan makanan atau susu. Obat prednisone juga menjadi obat yang disarankan untuk diminum dengan susu, karena susu akan menggantikan kalium dan kalsium yang terbuang dari penggunaan obat tersebut (Pratiwi, 2017).


Menurut penelirian Devi, dkk., (2019), minum obat lebih baik dengan media air putih untuk menghindari terjadinya interaksi obat dengan makanan atau minuman tertentu, air putih tidak mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghambat penyerapan obat dalam tubuh. Jika ingin minum susu setelah minum obat berilah jeda 2-3 jam dari waktu terakhir minum obat, hal ini membuat proses penyerapan obat dalam tubuh tidak terhambat dan akan mendapatkan manfaat yang maksimal dari efektivitas obat.


Kesimpulan dari kutipan tersebut adalah tidak semua obat boleh diminum dengan susu, ada beberapa obat yang tidak boleh diminum dengan susu karena kandungan dalam susu dapat merusak atau membuat suatu obat menjadi tidak efektif, namun juga ada beberapa obat yang penggunaannya justru harus diminum dengan susu karena kandungan dalam susu yang bisa membantu menutupi atau meminimalisir efek samping dri obat. Namun tetap disarankan untuk minum obat tetap menggunakan air putih atau air mineral, karena air tidak memiliki kandungan zat yang berinteraksi dengan obat. Jadi Mitos Atau Fakta Minum Obat Tidak Boleh dengan Susu adalah Mitos, Semoga Bermanfaat. ***