Foto : Ilustrasi AGAR anak tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola...
![]() |
| Foto : Ilustrasi |
Karena salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan,dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi .Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan anak.
Zat gizi adalah zat yang terdapat dalam makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia, memelihara proses tubuh, dan berfungsi sebagai penyedia energi untuk aktivitas sehari-hari. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh organisme hidup. Monosakarida, terutama glukosa, merupakan nutrisi utama bagi sel. Lemak merupakan salah satu nutrisi yang memperlambat produksi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga menghasilkan efek kenyang dalam jangka waktu yang lebih lama. Protein merupakan zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan dan perbaikan semua jaringan dan dapat ditemukan misalnya pada kacang-kacangan. Vitamin merupakan zat gizi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah dan sayur. Seperti halnya vitamin, mineral merupakan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Anak merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) yang memerlukan perhatian khusus untuk kecukupan status gizinya sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Ketika masih dalam kandungan dikatakan: apa yang dimakan ibu itulah yang dimakan janin, kalau ibunya merokok maka berarti pula janinnya merokok, dan jika ibunya minum minuman keras maka janinnya juga ikut minum minuman keras. Setelah lahir, apa yang dimakan oleh bayi sejak usia dini merupakan fondasi yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraannya di masa depan. Balita akan sehat jika sejak awal kehidupannya sudah diberi makanan sehat dan seimbang sehingga kualitas SDM yang dihasilkan optimal. Zat gizi dari makanan merupakan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan anak tumbuh kembang optimal sehingga dapat mencapai kesehatan yang paripurna, yaitu sehat fisik, sehat mental, dan sehat sosial. Oleh karena itu, slogan umum bahwa pencegahan adalah upaya terbaik dan lebih efektif-efisien daripada pengobatan, harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada anak. Hal ini pula yang menjadi tujuan utama Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015 yang dicanangkan UNICEF: tercapainya keadaan gizi dan kesehatan yang baik serta seimbang. Setiap harinya, anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Asupan kandungan gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi yang berguna untuk pertumbuhan otak (intelegensia) dan pertumbuhan fisik. Untuk mengetahui status gizi dan kesehatan anak secara menyeluruh dapat dilihat mulai dari penampilan umum (berat badan dan tinggi badan), tanda-tanda fisik, motorik, fungsional, emosi dan kognisi anak.
Gizi merupakan salah satu unsur penting yang harus dicukupi bagi tubuh. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada anak usia dini yang masih dalam masa pertumbuhan. Kekurangan gizi, terutama pada usia dini akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Anak yang kurang gizi akan tumbuh kecil, kurus, dan pendek. Gizi kurang pada anak usia dini juga berdampak pada rendahnya kemampuan kognitif dan kecerdasan anak (otak), fisik, serta berpengaruh terhadap menurunnya produktivitas anak.
Menurut (Soegeng Santoso, 2008:6). Makanan yang bergizi dan seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Makanan yang diberikan kepada anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sebaiknya makanan yang begizi, meliputi: (1) bahan makanan pokok sebagai sumber zat tenaga; (2) bahan makanan lauk pauk sebagai sumber zat pembangun; (3) bahan makanan sayuran sebagai zat pengatur; (4) bahan makanan buah-buahan; dan (5) susu dan telur.
Makanan yang bergizi akan mempengaruhi perkembangan fisik anak. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi anak sebaiknya beraneka ragam, dan mengandung berbagai vitamin. Dalam pertumbuhan anak diperlukan gizi yang seimbang, supaya seluruh anggota badan dapat tumbuh secara wajar, pertumbuhan otot dan tulang dapat kuat, sehat dan nantinya bermanfaat. Selain perkembangan fisik, perkembangan psikis juga sangat dipegaruhi oleh kualitas gizi terutama dalam
pembentukan pribadi anak. Cipta, rasa, dan karsa anak akan berkembang dan suatu saat akan menjadi matang. Jika psikisnya telah matang diharapkan pribadinya menjadi dewasa, terutama kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, serta segenap potensi lain yang dimiliki anak.Pemberian makanan bergizi ini sangat penting bagi anak usia dini. Karena untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak dalam mengkonsumsi makanan yang disesuaikan dengan usia anak. Tanpa ada pemberian makanan yang bergizi maka akan terganggu pertumbuhan anak baik fisik maupun mentalnya. Untuk itu sebagai pendidik maupun orang tua harus mengetahui cara pemberian gizi yang sehat terhadap anak pada setiap tahapan perkembangan anak.
Susah makan merupakan problem yang dihadapi oleh hampir semua ibuibu. Terkadang anak menolak makanan yang diberikan tanpa tahu apa penyebabnya. Susah makan dapat pula terjadi karena pemberian makan kepada anak sudah salah sejak awal. Misalnya anak terlalu lama diberi ASI dan pengenalan M-ASI terlambat, tidak dikenalkan beragam bahan pangan, terlalu banyak diberi susu formula atau banyak diberi makanan jajanan. Mengatasi susah makan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah memberikan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan, perhatikan pula hal-hal berikut: - Ajakan makan harus disampaikan dengan penuh kasih saying. Lebih ideal jika disertai dengan menanamkan pemahaman tentang arti makanan. - Coba dengan menambahkan hal-hal menyenangkan seperti sambil menonton TV, mendengarkan music atau bermain tetapi usahakan anak tetap duduk dan sambil berkomunikasi. - Coba ajak makan bersama temannya. - Ajak makan bersama seluruh anggota keluarga dan duduk bersama di meja makan. Biarkan anak makan sendiri dengan alat makan yang sama dengan anggota keluarga yang lain. - Buat jadwal makan secara teratur sehingga lama kelamaan anak akan kenal dan tahu waktunya makan.
Bunda sebaiknya memahami bahwa pola pemberian makanan secara seimbang pada usia dini akan berpengaruh terhadap selera makan anak selanjutnya,sehingga pengenalan kepada makanan yang beranekaragam pada periode ini menjadi sangat penting. Secara bertahap, variasi makanan untuk anak semakin ditingkatkan, dari mulai anak bayi sampai seterusnya bertambah usia mulai diberikan sayuran dan buah-buahan, lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, serta makanan pokok sebagai sumber kalori.Demikian pula jumlahnya ditambahkan secara bertahap dalam jumlah yang tidak berlebihan dan dalam proporsi yang juga seimbang agar gizi anak selalu tercukupi.[]***
Pengirim :
Salamah, Mahasiswi Prodi PIAUD INISNU Temanggung, Email : amah9616@gmail.com
