HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Dukung Berantas Narkoba, Bupati Aceh Tamiang Hibahkan Tapak Kantor BNN

Lentera 24.com | Aceh Tamiang - Maraknya pengedaran shabu yang terjadi ditanah air membuat Bupati Aceh Tamiang Mursil merasa prihatin, se...

Lentera24.com | Aceh Tamiang - Maraknya pengedaran shabu yang terjadi ditanah air membuat Bupati Aceh Tamiang Mursil merasa prihatin, sehingga hatinya tergerak untuk menghibahkan sebidang tanah dan segera menganggarkan pembangunan gedung Badan Narkotika Kabupaten setempat yang akan diajukan ke Pemerintah pusat.


Hal itu disampaikan bupati saat mengikuti kegiatan Press Realease BNN RI terkait penggagalan penyelundupan Narkotika jenis Shabu 40 bungkus setara 40.230 gram di Kantor Badan Narkotika Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini masih menyewa rumah milik warga di Desa Tanjung Karang Kecamatan Karang Baru, Jumat, (12-1-2018).

" Ini menjadi perhatian khusus untuk kita segera lakukan dan saya akan hibahkan tanah dan segera menganggarkan pembangunannya, " sebut Mursil sembari mengharapkan agar generasi muda Aceh Tamiang dapat menjauhi segala bentuk jenis narkotika karena sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seperti yang diungkapkan oleh Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Arman Depari, penyelundupan shabu - shabu terjadi di tanah air menggunakan laut.

" Selama ini  penyeludupan 80 % menggunakan jalur laut,  Aceh Tamiang merupakan wilayah sangat rawan untuk penyelundupan itu, " tegas Arman.

Arman meminta kepada Kementerian Kelautan dapat membantu dan memantau jalur laut Indonesia yang saat ini sering digunakan sebagai jalur penyelundupan narkoba. " Aceh salah satu pintu masuk penyelundupan sabu dan  sepanjang pantai timur sumut, sangat rawan penyelundupan narkoba " sebut Arman sembari mengatakan sangat berterima kasih kepada bupati yang menghibahkan tanah dan akan membangun gedung BNN.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen. Pol. Arman Depari dalam penjelasannya mengatakan,keberhasilan operasi yang dimulai tanggal 10 - 11 Januari 2018 tersebut tidak terlepas dari kerjasama dengan Beacukai Provinsi Aceh, BNN Kota Langsa, dan BNNK Kabupaten Aceh Tamiang.

Lebih lanjut Arman mengatakan, dari hasil operasi tersebut  setidaknya telah mengamankan empat orang tersangka masing-masing bernama Amri, Junaidi, Syaifanur dan Ramli, keempat pelaku tersebut merupakan warga Kabupaten Aceh Timur.

" Otak pelaku dalam kasus ini "Dekbat" masih dalam pengejaran dan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) BNN RI " jelas Arman

Turut Hadir pada Konfrensi Pers, Bupati Aceh Tamiang Mursil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon. SH. Dandim 01. 04/Atim yang diwakilkan Mayor Inf. A.Yani, Kapolres Aceh Tamiang yang diwakili Iptu Yudi Yustira Putra, Kepala BNN Kota Langsa AKBP. Navri Yulenny Navri dan Kepala BNNK Aceh Tamiang AKBP.Trisna Safari Yandi. [] L24-005.