Lentera 24.com | BANDA ACEH -- Kondisi pelajar Aceh hari ini semakin meresahkan, narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan pemahaman agama yang m...
Lentera24.com | BANDA ACEH -- Kondisi pelajar Aceh hari ini semakin meresahkan, narkoba, pergaulan bebas, LGBT, dan pemahaman agama yang melemah terus bersemai dalam kehidupan para remaja, hal ini diungkapkan oleh Ketua Keluarga Besar Alumni (KBA) Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) Aceh Sanusi Madli pada acara pembukaan Musyawarah Besar (MUBES) KAPMI Aceh di Aula Aceh Training Center, Lambaro, Jum'at (29/12).
"Melihat situasi sekarang, kita mengkawatirkan kondisi Aceh kedepan, pelajar kita diserang dan dirusak dari berbagai penjuru, sementara pelajar adalah calon pemimpin masa depan," papar Sanusi lagi.
Para pelajar Aceh kata Sanusi , harus disiapkan dan dididik menjadi pelajar yang berkarakter, berkualitas dan islami, pelajar adalah salah satu pilar kebangkitan bangsa.
"KAPMI kedepan harus menjadi pelopor kebaikan dan agen perubahan, juga menjadi perekat antar organisasi pelajar, perbaikan ini tidak boleh jalan sendiri, harus bersama sama dengan yang lain," ujar mantan ketua KAPMI Lhokseumawe
Menurut dia ,Bekerjasama dengan semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah "penyakit menular" dikalangan pelajar.
"KAPMI harus terus membangun komunikasi dengan semua pihak baik instansi pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi pelajar lainnya," harap sanusi
"Mubes yang diagendakan mulai tanggal 29 sampai dengan 30 Desember 2017 ini tidak hanya membahas pergantian pucuk pimpinan organisasi pelajar ini, namun juga membahas persoalan persoalan pelajar yang ada, di Kabupaten Kota se Aceh, katanya.
"Di penghujung pembicraannya Sanusi berharap hasil musyawarah kali ini mampu menjawab berbagai macam persoalan pelajar yang ada, dengan nahkoda baru dan semangat baru nantinya" tutup Sanusi. [] L24-007
![]() |
| Ketua KAPMI Aceh Sanusi Madli |
Para pelajar Aceh kata Sanusi , harus disiapkan dan dididik menjadi pelajar yang berkarakter, berkualitas dan islami, pelajar adalah salah satu pilar kebangkitan bangsa.
"KAPMI kedepan harus menjadi pelopor kebaikan dan agen perubahan, juga menjadi perekat antar organisasi pelajar, perbaikan ini tidak boleh jalan sendiri, harus bersama sama dengan yang lain," ujar mantan ketua KAPMI Lhokseumawe
Menurut dia ,Bekerjasama dengan semua pihak sangat diperlukan dalam mencegah "penyakit menular" dikalangan pelajar.
"KAPMI harus terus membangun komunikasi dengan semua pihak baik instansi pemerintah, TNI, Polri, dan organisasi pelajar lainnya," harap sanusi
"Mubes yang diagendakan mulai tanggal 29 sampai dengan 30 Desember 2017 ini tidak hanya membahas pergantian pucuk pimpinan organisasi pelajar ini, namun juga membahas persoalan persoalan pelajar yang ada, di Kabupaten Kota se Aceh, katanya.
"Di penghujung pembicraannya Sanusi berharap hasil musyawarah kali ini mampu menjawab berbagai macam persoalan pelajar yang ada, dengan nahkoda baru dan semangat baru nantinya" tutup Sanusi. [] L24-007
