HIDE

GRID

GRID_STYLE

Post Snippets

FALSE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

PNA Siap Dukung Pemerintah

Partai Nasional Aceh (PNA) yang masih menunggu lulus atau tidak verifikasi sebagai partai lokal di Aceh menyatakan siap berjalan sinergi den...

Partai Nasional Aceh (PNA) yang masih menunggu lulus atau tidak verifikasi sebagai partai lokal di Aceh menyatakan siap berjalan sinergi dengan Pemerintah Aceh untuk mendukung program-program yang prorakyat.

“Atas nama kepentingan rakyat, kita siap mendukung. Tapi itu program pemerintah yang bagus untuk rakyat,” kata pendiri PNA Irwandi Yusuf kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (18/7).

Menurut Irwandi, PNA didirikan untuk jadi partai terbuka dan berupaya mengakomodir kepentingan rakyat. Sebaliknya, kata Irwandi, PNA belum menyatakan diri sebagai partai oposisi pemerintah karena karakter partai yang dibangun adalah untuk membangun Aceh dan menjadi media penyampaian aspirasi rakyat.

“PNA belum ingin jadi partai opisisi,” tegasnya. Ke depan, lanjut Irwandi, PNA masih mempersiapkan diri guna menyongsong pemilu 2014 dan berupaya mendapat tempat di parlemen.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil verifikasi yang akan dilakukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh agar bisa lolos dan ditetapkan sebagai partai lokal peserta pemilu 2014. 

Pada bagian lain, Irwandi mengaku kecewa terhadap Kapolda Aceh terkait pengusutan kasus pemukulan yang dialaminya pada acara pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur terpilih beberapa waktu lalu. “Kalau kasus ini dianggap selesai karena ditangkap satu orang, ini sebuah kekeliruan bagi polisi. Sebab yang pukul saya itu banyak,” ujarnya saat menjawab wartawan.

Untuk meyakinkan penyataannya, Irwandi mempersilakan polisi untuk melihat hasil rekaman yang kini telah beredar luas di dunia maya.

“Tapi saya masih tetap percaya pada penegak hukum. Sekarang saya serahkan kepada polisi sambil wait and see (menunggu dan melihat-red),” ujarnya. 

Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengatakan hingga kini polisi masih menyidik kasus pemukulan itu. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini dengan mencari saksi-saksi dan bukti. Pak Irwandi juga sudah kita periksa, beliau mengatakan yang memukulnya lebih dari satu orang, tapi beliau juga tak tahu siapa yang memukulnya,” kata Gustav. 

Menurut Gustav, hal sama juga terlihat di video pemukulan itu. “Memang yang terlihat ramai saat keluar dari Gedung DPRA, tiba-tiba tampak ada tangan yang memukul dari belakang. Lalu, polisi mengamankan Pak Irwandi, bahkan polisi juga ada yang terkena pukulan. Intinya, kita terus mencari saksi-saksi dan bukti untuk mengembang kasus ini.” ujarnya. | Budi Fatria, Serambinews