Sebuah gunung es yang berukuran dua kali lipat dari Kota Manhattan di AS diketahui telah melepaskan diri Petermann Glacier di Greenland...
Sebuah gunung es yang berukuran dua kali lipat dari Kota
Manhattan di AS diketahui telah melepaskan diri Petermann Glacier di Greenland.
Para ilmuwan memperkirakan hal itu akan berpengaruh pada laut bagian utara.
Ini merupakan kedua kalinya dalam waktu kurang dari dua tahun Petermann Glacier telah melepaskan pulau es yang berukuran besar. Pada 2010, gletser itu diketahui telah melepaskan bongkahan es raksasa ke laut.
Hasil itu didapat berdasarkan pengamatan terbaru oleh NASA melalui satelit Aqua yang melewati Kutub Utara beberapa kali sehari.
"Tahun ini pun, kami selalu mengamati Petermann Glacier," kata Trudy Wohlleben dari Canadian Ice Service.
Gambar NASA menunjukkan gunung es tersebut terpisah dari sebuah sungai es, bagian dari Petermann Glacier, lalu bergerak ke sepanjang pantai barat laut Greenland. Adanya keretakan sebenarnya telah diidentifikasi pada 2001, tetapi pada Senin (16/7) lalu keretakan itu tampak jelas.
Pada Selasa (17/7), satelit memantau adanya celah besar antara gletser dan gunung es dan potongan es di bagian hilir yang terputus.
Pergerakan bongkahan es ini ke perairan terbuka memang tidak berdampak langsung pada tingkat permukaan air laut. Karena, es itu sudah menjadi bagian dari sebuah bongkahan es yang melekat pada tanah tetapi berada di atas air, sama seperti sebuah kubus es yang mencair dalam segelas.
Muenchow mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan faktor utama penyebab perubahan kondisi Petermann Glacier. | Prita Daneswari, MICOM
Ini merupakan kedua kalinya dalam waktu kurang dari dua tahun Petermann Glacier telah melepaskan pulau es yang berukuran besar. Pada 2010, gletser itu diketahui telah melepaskan bongkahan es raksasa ke laut.
Hasil itu didapat berdasarkan pengamatan terbaru oleh NASA melalui satelit Aqua yang melewati Kutub Utara beberapa kali sehari.
"Tahun ini pun, kami selalu mengamati Petermann Glacier," kata Trudy Wohlleben dari Canadian Ice Service.
Gambar NASA menunjukkan gunung es tersebut terpisah dari sebuah sungai es, bagian dari Petermann Glacier, lalu bergerak ke sepanjang pantai barat laut Greenland. Adanya keretakan sebenarnya telah diidentifikasi pada 2001, tetapi pada Senin (16/7) lalu keretakan itu tampak jelas.
Pada Selasa (17/7), satelit memantau adanya celah besar antara gletser dan gunung es dan potongan es di bagian hilir yang terputus.
Pergerakan bongkahan es ini ke perairan terbuka memang tidak berdampak langsung pada tingkat permukaan air laut. Karena, es itu sudah menjadi bagian dari sebuah bongkahan es yang melekat pada tanah tetapi berada di atas air, sama seperti sebuah kubus es yang mencair dalam segelas.
Muenchow mengatakan bahwa perubahan iklim merupakan faktor utama penyebab perubahan kondisi Petermann Glacier. | Prita Daneswari, MICOM